Des 10, 2019 10:41 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 10 Desember 2019

Hari ini, Selasa, 10 Desember 2019 bertepatan dengan 13 Rabiul Tsani 1441 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 19 Azar 1398 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi.

Ibnu Hisyam Wafat

1223 tahun yang lalu, tanggal 13 Rabiul Tsani 218 HQ, Abu Muhamad Abdul Malik bin Hisyam, lebih dikenal dengan nama Ibnu Hisyam, seorang sejarawan muslim terkenal meninggal dunia.

Ibnu Hisyam lahir di kota Bashrah, Irak selatan. Sebagian besar usianya dihabiskan untuk mempelajari kehidupan Rasulullah Saw.

Meskipun Ibnu Hisyam memiliki keahlian lain di bidang satra dan bahasa Arab,akan tetapi ia lebih dikenal sebagai seorang sejarawan. Buku paling terkenalnya berjudul "as-Sirah an-Nabawiah". Akan tetapi, kitab itu kemudian lebih dikenal dengan nama "Sirah Ibnu Hisyam". Kitab tersebut hingga kini tercatat sebagai salah satu literatur utama buku-buku sejarah Islam.

 

Deklarasi HAM Disahkan PBB

71 tahun yang lalu, tanggal 10 Desember 1948,  Deklarasi Hak Asasi Manusia disahkan oleh Majelis Umum PBB.

Ide tentang hak asasi manusia yang berlaku saat ini berakar sejak era Perang Dunia II. Pembunuhan dan kerusakan dahsyat yang ditimbulkan Perang Dunia II menggugah suatu kebulatan tekad untuk membangun sebuah organisasi internasional yang sanggup meredakan krisis internasional serta menyediakan suatu forum untuk diskusi dan mediasi. Organisasi ini adalah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang telah memainkan peran utama dalam pengembangan pandangan kontemporer tentang hak asasi manusia.

Para pendiri PBB yakin bahwa pengurangan kemungkinan perang mensyaratkan adanya pencegahan atas pelanggaran besar-besaran terhadap hak-hak manusia. PBB kemudian menugaskan Komisi Hak Asasi Manusia untuk menulis sebuah pernyataan internasional tentang hak asasi manusia. Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia ini diumumkan sebagai "suatu standar pencapaian yang berlaku umum untuk semua rakyat dan semua negara" .

Namun, dalam pelaksanaannya, HAM malah dijadikan alat bagi negara-negara Barat untuk menekan negara-negara independen dunia di bidang politik dan ekonomi dalam rangka memperluas pengaruh imperialisme mereka. Kini banyak negara-negara yang menyuarakan agar diadakan perubahan isi Deklarasi HAM yang tidak sesuai dengan keyakinan, kebudayaan, dan adat istiadat mereka, demi mencegah penggunaan HAM untuk menekan mereka.

 

Demonstrasi Hari Tasu’a Anti Penindasan Rezim Pahlevi

41 tahun yang lalu, tanggal 19 Azar 1357 HS, warga Iran melakukan demonstrasi Hari Tasu’a anti penindasan Rezim Pahlevi.

Bersamaaan dengan peringatan hari kesembilan atau Tasu’a Imam Husein as pada 19 Azar 1357 HS, warga Iran yang revolusioner mengikuti acara Azadari Imam Husein as sekaligus melakukan demonstrasi bersejarah melawan rezim Shah Pahlevi yang despotik. Di Tehran, sekitar 4 juta warga baik laki-laki, perempuan dan anak-anak ikut dalam aksi demonstrasi dengan tujun ke jalan-jalan.

Para demonstran selain memperingati Tasua Imam Husein as, meneriakkan yel-yel anti rezim Shah dan menyatakan kebencian mereka kepada rezim diktator. Bersamaan dengan aksi demo di Tehran, warga di kota-kota lainnya juga melakukan aksi demo. Aksi unjuk rasa rakyat ini mengakibatkan pondasi rezim Shah yang bergantung pada kekuatan asing semakin melemah dan hanya menanti kehancurannya.