Jul 20, 2020 10:05 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 20 Juli 2020

Hari ini, Senin, 20 Juli 2020 bertepatan dengan 27 Dzulqadah 1441 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 30 Tir 1399 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.

Abul Qasim Thabrani Wafat

1081 tahun yang lalu, tanggal 28 Dzulqadah 360 HQ, Abul Qasim Thabrani, seorang ulama terkenal asal Isfahan, Iran, meninggal dunia.

Abul Qasim Thabrani adalah ilmuwan dan ahli hadits terkenal abad keempat hijriah.

Untuk mempelajari ilmu-ilmu keislaman, Thabrani melakukan banyak perjalanan ke negeri-negeri muslim, dan selama 33 tahun lamanya, ia melakukan riset atas sejumlah bidang studi ilmu keislaman.

Ada tiga kitab ilmu hadits terkenal yang ditulisnya,masing-masing bernama "Mu'jam Kabir", "Mu'jam Wasath", dan "Mu'jam Shagir".

 

Marconi Meninggal

83 tahun yang lalu, tanggal 20 Juli 1937, Guglielmo Marconi, penemu teknik pengiriman pesan lewat gelombang radio, meninggal dunia.

Marconi dilahirkan tahun 1874 di Bologna Italia. Sejak muda, Marconi telah tertarik pada bidang fisika dan elektronika dan mempelajari karya-karya fisikawan terkenal, seperti Maxwell dan Hertz.

Pada tahun 1895, dia memulai eksperimennya sendiri dan berhasil mengirimkan sinyal melalui gelombang radio dengan jarak satu setengah mil. Selanjutnya, penemuan itu terus dikembangkan Marconi dan pada tahun 1932, ia berhasil menemukan sistem radio-telepon.

 

Demonstrasi Rakyat Iran Memprotes PM Iran

68 tahun yang lalu, tanggal 30 Tir 1331 HS, rakyat Iran mengadakan demonstrasi besar-besaran memprotes PM baru Iran, Qiwam al-Salthanah.

Menyusul pengunduran diri Perdana Menteri Mosaddegh atas tekanan rezim Shah, posisinya digantikan oleh Qiwam al-Salthanah yang merupakan perpanjangan tangan Shah Pahlevi dan kekuatan asing.

PM baru ini segera mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang bertentangan dengan Islam. Salah seorang ulama besar Iran, Ayatullah Kashani, mengeluarkan pernyataan protes terhadap PM baru Iran itu dan rakyat Iran menyambutnya dengan demonstrasi besar-besaran di berbagai kota.

Meskipun awalnya rezim Shah menghadapi demonstrasi ini dengan kekerasan, namun akhirnya, mereka menyerah dan Mosaddegh kembali diangkat sebagai perdana menteri. Namun 13 bulan kemudian, Mosaddegh digulingkan oleh kudeta yang didalangi AS.