Lintasan Sejarah 11 Agustus 2020
Hari ini, Selasa 11 Agustus 2020 bertepatan dengan 21 Dzulhijjah 1441 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 21 Mordad 1399 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.
Kelahiran Jamaluddin Ibnu Qafti, Penulis Mesir
873 tahun yang lalu, tanggal 21 Dzulhijjah 568 HQ, Jamaluddin Abul Hasan Ali bin Yusuf Shaibani, yang terkenal dengan nama Ibnu Qafti, seorang penulis kenamaan asal Mesir, terlahir ke dunia di sebuah kota kecil bernama Qaft.
Setelah menyelesaikan pendidikannya, ia bekerja di kantor pengadilan. Ibnu Qafti meninggalkan 26 karya penulisan di bidang sejarah dan bidang-bidang keilmuan lainnya.
Karya Ibnu Qafty yang paling terkenal berjudul Tarikhul Hukama. Selain itu, Ibnu Qafti juga menulis berbagai artikel mengenai sejarah Kairo, Maroko, Yaman, dan Dinasti Saljuk, Dinasti Ghaznawian, serta dinasti Ali Buyeh.
Chad Merdeka
60 tahun yang lalu, tanggal 11 Agustus 1960, rakyat Chad berhasil meraih kemerdekaannya dari Perancis dan hari ini dijadikan sebagai Hari Kemerdekaan Bangsa Chad.
Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, Perancis menyerang Chad dan dalam tiga tahun, mereka berhasil menguasai Chad dan kawasan ini menjadi jajahan Perancis.
Pada tahun 1958, Perancis memberi status otonomi kepada Chad dan dua tahun kemudian, Chad secara penuh merdeka dan memiliki pemerintahan berbentuk republik. Chad memiliki luas wialayah 1.284.000 kilometer persegi, terletak di bagian tengah Afrika, dan berbatasan dengan Lybia, Kamerun. Sudan, Afrika Tengah, Nigeria, dan Niger.
Ayatullah Ahmad, Cucu Sheikh Anshari Wafat
25 tahun yang lalu, tanggal 21 Mordad 1374 HS, Ayatullah Sheikh Ahmad, cucu Sheikh Murtadha Anshari meninggal dunia di usia 65 tahun dan dikebumikan di komplek makam suci Sayidah Maksumah di Qom.
Ayatullah Sheikh Ahmad, cucu Sheikh Murtadha Anshari, ulama besar abad 13 Hijriah lahir dari keluarga ulama pada 1309 Hs di Dezful. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar keagamaanya, di usia 19 tahun beliau pergi ke Qom, kembali lagi ke Dezful dan akhirnya pergi menuntut ilmu ke Najaf. Ayatullah Ahmad yang juga dipanggil Ayatullah Sibt as-Syeikh selama di Najaf belajar kepada guru-guru besar seperti Ayatullah Sayid Abu al-Qasim al-Khu'i, Sayid Muhsin al-Hakim, Sayid Mahmoud Shahroudi dan Sayid Abdul Hoda Shirazi.
Setelah belajar bertahun-tahun di Najaf, akhirnya Ayatullah Ahmad kembali ke Dezful. Di usianya yang ke 43 tahun, beliau memilih kota Qom untuk tempat tinggalnya dan mulai mengajar, menulis dan mendidik murid-murid berbakat. Tapi beliau tidak juga lupa ikut dalam kuliah-kuliah yang disampaikan Ayatullah Sayid Mohammad Reza Golpaigani. Beliau mendapat ijazah ijtihad dan meriwayatakan hadis dari Ayatullah Sayid Mahmoud Shahroudi, Sheikh Agha Bozourg Tehrani dan Sheikh Mohammad Saleh Mazandarani.
Beliau juga meninggalkan karya-karya tulis seperti Khulashah al-Qawanin, ad-Durar an-Najafiyah, Syarah Tahrir al-Wasilah dan Syarah Tabshirah al-Muta'allimin.