Demam Bitcoin di Dunia (1)
https://parstoday.ir/id/radio/world-i53962-demam_bitcoin_di_dunia_(1)
Bitcoin adalah sebuah uang elektronik yang di buat pada tahun 2009 oleh Satoshi Nakamoto. Nama tersebut juga dikaitkan dengan perangkat lunak sumber terbuka yang dia rancang, dan juga menggunakan jaringan peer-ke-peer tanpa penyimpanan terpusat atau administrator tunggal di mana Departemen Keuangan Amerika Serikat menyebut bitcoin sebuah mata uang yang terdesentralisasi.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Mar 26, 2018 11:42 Asia/Jakarta

Bitcoin adalah sebuah uang elektronik yang di buat pada tahun 2009 oleh Satoshi Nakamoto. Nama tersebut juga dikaitkan dengan perangkat lunak sumber terbuka yang dia rancang, dan juga menggunakan jaringan peer-ke-peer tanpa penyimpanan terpusat atau administrator tunggal di mana Departemen Keuangan Amerika Serikat menyebut bitcoin sebuah mata uang yang terdesentralisasi.

Tidak seperti mata uang pada umumnya, bitcoin tidak tergantung dengan mempercayai penerbit utama. Bitcoin menggunakan sebuah database yang didistribusikan dan menyebar ke node-node dari sebuah jaringan P2P ke jurnal transaksi, dan menggunakan kriptografi untuk menyediakan fungsi-fungsi keamanan dasar, seperti memastikan bahwa bitcoin-bitcoin hanya dapat dihabiskan oleh orang memilikinya, dan tidak pernah boleh dilakukan lebih dari satu kali.

Bitcoin

Desain dari Bitcoin memperbolehkan untuk kepemilikan tanpa identitas (anonymous) dan pemindahan kekayaan. Bitcoin - bitcoin dapat disimpan di komputer pribadi dalam sebuah format file wallet atau di simpan oleh sebuah servis wallet pihak ketiga, dan terlepas dari semua itu Bitcoin - bitcoin dapat di kirim lewat internet kepada siapapun yang mempunyai sebuah alamat Bitcoin. Topologi peer-to-peer bitcoin dan kurangnya administrasi tunggal membuatnya tidak mungkin untuk otoritas, pemerintahan apapun, untuk memanipulasi nilai dari bitcoin - bitcoin atau menyebabkan inflasi dengan memproduksi lebih banyak bitcoin.

Bitcoin adalah salah satu dari implementasi pertama dari yang disebut cryptocurrency, pertama kali di deskripsikan oleh Wei Dai pada tahun 1998 dalam milis cypherpunks.

Bitcoin biasanya dijelaskan dengan membandingkan Bitcoin itu sendiri dengan sesuatu yang telah kita tahu sebelumnya, namun hal ini akan membuat Anda semakin bingung. Bitcoin adalah teknologi baru yang belum pernah kita lihat sebelumnya, jadi cara yang lebih baik adalah dengan melihat Bitcoin sebagai kombinasi berbagai hal berbeda yang kita tahu:

Pertama, karena Bitcoin memudahkan Anda memindahkan uang, Bitcoin adalah sistem pembayaran, sama seperti metode transfer bank atau kartu kredit, namun Bitcoin sedikit lebih baik. Kedua, Bitcoin mirip seperti emas - inilah mengapa banyak orang menyebut Bitcoin sebagai ‘emas digital’ atau ‘Emas 2.0’. Bayangkan Bitcoin sebagai emas yang berfungsi sebagai uang, namun Bitcoin sangat mudah untuk ditransfer (dipindahtangankan). Ketiga, Bitcoin mirip seperti internet karena tidak ada satupun orang atau entitas yang mengontrolnya, jadi siapapun dapat menggunakannya sesuai keinginan mereka. Ini adalah karakteristik yang sangat unik.

Tiga karakteristik ini mendukung satu sama lain, dan menyatu sedemikian rupa. Untuk saat ini, bayangkan apa yang terjadi jika Anda meletakkan sebuah pot besar dan melemparkan kartu kredit, sepotong emas, dan sedikit ‘internet’ ke dalamnya - menyatukan semua itu - hingga mengeluarkan sesuatu yang baru - Bitcoin!

Bitcoin

Lantas bagaimana cara mendapatkan Bitcoin. Dalam hal ini ada istilah yang disebut. Penambangan Bitcoin (Bitcoin Mining) adalah salah satu cara untuk mendapatkan Bitcoin. Seperti yang disebutkan sebelumnya, kita dapat melihat Bitcoin sebagai suatu sistem kas global yang besar yang menyimpan sejarah transaksi (atau ‘pergerakan uang’) dari satu orang ke orang lainnya. Ketika transaksi Bitcoin diproses di jaringan Bitcoin -- artinya Bitcoin sedang dipindah dari satu orang ke orang lainnya -- seseorang perlu memastikan bahwa semua transaksi telah direkam dengan benar dan sistem kas telah tersinkronisasi di seluruh dunia.

Dalam hal Bitcoin, proses ini bukan dilakukan oleh perseorangan atau perusahaan, namun oleh ribuan komputer di seluruh dunia yang terhubung dengan internet. Komputer ini dikenal sebagai miners atau ‘penambang’. Secara sederhana, mereka adalah ‘komputer yang memproses transaksi’.

Untuk melakukan pemrosesan ini dengan cara yang aman, komputer-komputer perlu melakukan kalkulasi kompleks yang memakan usaha computing yang sangat besar, sehingga dibutuhkan juga energi yang besar serta alat-alat khusus yang canggih. Seseorang -- pemilik dari komputer-komputer ini -- perlu membayar untuk alat-alat dan listrik tersebut, jadi mereka harus mendapatkan kompensasi dari seluruh usaha dan uang yang mereka habiskan untuk mendukung jaringan ini. Mereka mendapatkan kompensasi melalui Bitcoin yang baru ditambang. Bitcoin baru yang ditambang bertindak sebagai penghargaan dan insentif untuk mereka yang berkontribusi untuk sistem yang mendukung proses transaksi.

Cara lain untuk mengerti hal ini adalah dengan membayangkan apa yang terjadi jika bank besar membangun sistem pemrosesan transaksi global terbesar di dunia: mereka akan menghabiskan milyaran dollar lalu mengenakan biaya transaksi kecil pada para pengguna untuk menutup biaya pembangunan sistem.

Dengan Bitcoin mining, biaya untuk sistem global ini dibagi ke ribuan komputer, dan mereka menutup biaya mereka dengan Bitcoin yang baru ditambang. Singkat cerita, ini adalah demokratisasi infrastruktur finansial.

Sementara itu, dengan harga sebuah bitcoin mencapai rekor tinggi melampaui $10.000, semakin banyak orang awam yang mempertimbangkan untuk berinvestasi di mata uang kripto (cryptocurrency). Lonjakan harga belum lama ini, bagaimana pun juga, disertai risiko luar biasa besar. Para investor harus siap menghadapi kemungkinan bahwa mereka bisa kehilangan seluruh investasi mereka.

Mata uang kripto sebetulnya bukan mata uang sama sekali. Sebagaimana dijelaskan Financial Times, bitcoin adalah serangkaian kode komputer, dan itu berarti bahwa bitcoin baru bisa diciptakan—sampai batas yang disepakati—oleh komputer yang punya hak untuk melakukan itu dengan memecahkan teka-teki rumit. Transaksi dicatat dalam sebuah basis data yang disebut blockchain.

Bitcoin, persis aset-aset lain seperti emas, tidak mendatangkan pendapatan. Anda harus menjualnya untuk mewujudkan nilai apa pun. Dan, seperti emas dan mata uang lainnya, bitcoin bisa ditransfer peer-to-peer.

Bagian yang mencemaskan menyangkut bitcoin adalah, bersama dengan berbagai mata uang kripto lainnya, ia menggugat peran tradisional bank dan bank sentral. Di dunia klasik, bank bertindak sebagai perantara dengan menyediakan pinjaman dari deposit yang mereka simpan dan dari pendanaan bank sentral. Bank sentral menggunakan suku bunga untuk dana yang disediakannya sebagai dongkrak untuk menjamin stabilitas harga. Pemberlakuan mata uang kripto mengancam model ini karena bank tidak lagi diperlukan untuk memperantarai dana dan tidak ada bank sentral yang menjamin kestabilan harga.

Ketakutan-ketakutan lebih dekat tentang bitcoin berkisar pada peningkatan dramatis nilainya belum lama ini. Ada kecemasan di pasar bahwa sebuah keruntuhan tiba-tiba mungkin sudah menunggu menyusul kejatuhan mata uang kripto itu lebih dari $1.300 dalam hitungan menit di bursa bitcoin Bitfinex. Bitcoin pulih kembali ke level di atas $10.800.

Bitcoin

Keruntuhan mendadak itu menggemakan peringatan yang sudah lama disampaikan bahwa pesta bitcoin disetel untuk berakhir dalam genangan air mata. Yang terbaru, Jamie Dimon, CEO JPMorgan, salah satu bank investasi terbesar di dunia, menyatakan akan memecat setiap pegawai yang memperdagangkan bitcoin karena bertindak bodoh.

Dalam sebuah persekutuan yang sangat tidak lazim, kata-katanya digemakan oleh peraih Nobel Ekonomi Joseph Stiglitz, yang melangkah lebih jauh lagi dengan berpendapat bahwa bitcoin: harus dilarang. Semua itu adalah isyarat yang jelas bahwa para profesional tidak mempercayai muluknya janji-janji para penggila kripto.

Sementara itu, negara di berbagai dunia dalam menyikapi transaksi bitcoin cukup beragam. Sebagian negara melarang transaksi bitcoin dan sebagian lainnya berusaha untuk mengiringi transaksi baru ini, tapi mereka tidak memiliki program implementasinya. Mayoritas negara dunia tidak mengakui bitcoin atau diam. Bahkan banyak perbedaan pandangan antara pejabat, tokoh dan pakar di berbagai negara terkait bitcoin.

Misalnya Rusia, di negara ini para pejabatnya mendukung penggunaan mata uang digital, tapi para pakar dan pelaku ekonominya selain menolak bitcoin juga menentang penggunaan resmi bitcoin di Rusia. Sementara itu, Cina meski penggunaan bitcoin di negara ini tinggi, tapi Beijing sejak beberapa waktu lalu menerapkan larangan transaksi menggunakan bitcoin.

Adapun Uni Eropa disebut-sebut tengah berusaha membatasi penggunaan bitcoin di wilayahnya. Dana Moneter Internasional (IMF) dilaporkan menuntut peningkatan pengawasan terhadap bitcoin. Facebook juga melarang pemasaran dan iklan kegiatan ekonomi seperti ini.