Wapres AS: Venezuela Boleh Jual Minyak Selama Melayani Kepentingan Amerika
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i183816-wapres_as_venezuela_boleh_jual_minyak_selama_melayani_kepentingan_amerika
Pars Today - Wakil Presiden Amerika Serikat mengumumkan bahwa Venezuela diizinkan menjual minyaknya selama itu melayani kepentingan nasional Amerika.
(last modified 2026-04-12T10:02:39+00:00 )
Jan 08, 2026 07:43 Asia/Jakarta
  • Wapres AS: Venezuela Boleh Jual Minyak Selama Melayani Kepentingan Amerika

Pars Today - Wakil Presiden Amerika Serikat mengumumkan bahwa Venezuela diizinkan menjual minyaknya selama itu melayani kepentingan nasional Amerika.

Menurut laporan hari Rabu (07/01/2026) IRNA, Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menambahkan dalam sebuah wawancara yang akan segera disiarkan di Fox News bahwa Amerika Serikat dapat mengambil “kendali atas sumber daya keuangan negara” dengan menentukan ke mana minyak Venezuela akan dijual.

JD Vans mengklarifikasi, “Kami mengendalikan sumber daya energi, dan kami memberi tahu rezim ini bahwa Anda diizinkan menjual minyak selama Anda melayani kepentingan nasional Amerika. Jika Anda tidak dapat melayani kepentingan nasional Amerika, Anda tidak akan diizinkan menjual minyak.”

Wakil Presiden AS menambahkan, “Ini adalah cara kami menerapkan tekanan luar biasa pada negara itu tanpa membahayakan nyawa seorang pun warga Amerika.”

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa “otoritas sementara di Venezuela telah setuju untuk mengirimkan antara 30 dan 50 juta barel minyak berkualitas tinggi yang dikenai sanksi ke Amerika Serikat”. Menurutnya, minyak yang dikirim Venezuela ke Amerika Serikat akan dijual dengan harga pasar.

Menteri Energi AS Chris Wright juga mengumumkan pada hari Rabu (07/01) waktu setempat bahwa Washington akan menjual minyak negara itu "tanpa batas waktu" setelah menyelesaikan penjualan minyak mentah yang saat ini disimpan di gudang-gudang Venezuela.

Ia mengatakan pada Konferensi Energi, Teknologi Bersih, dan Utilitas Goldman Sachs bahwa hasil penjualan minyak ini "akan disetorkan ke rekening yang dikendalikan oleh pemerintah AS" dan kemudian "akan dikembalikan ke Venezuela untuk kepentingan rakyat Venezuela".

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengumumkan rencana tiga fase pemerintahan Donald Trump untuk Venezuela, dengan mengatakan bahwa Washington "hampir menerapkan kesepakatan" untuk menyita puluhan juta barel minyak Venezuela dan "menjualnya dengan harga pasar".

Dengan menyatakan bahwa "lebih banyak kesepakatan" sedang dalam proses dengan pemerintah sementara Venezuela, Menteri Luar Negeri AS mengumumkan bahwa pemerintahan Trump merencanakan tiga fase untuk Venezuela: stabilisasi, pemulihan, dan transisi.

Setelah berbulan-bulan ketegangan dengan Venezuela dan bertepatan dengan peringatan penggulingan pemerintahan Manuel Antonio Noriega di Panama, Amerika Serikat melancarkan serangan militer besar-besaran ke Venezuela pada pagi hari Sabtu, 3 Januari 2026, menculik Presiden Nicolas Maduro dan istrinya serta membawa mereka ke Amerika Serikat untuk diadili.

Maduro dan istrinya muncul untuk pertama kalinya di pengadilan federal Manhattan di New York pada 5 Januari 2026, untuk diadili berdasarkan surat perintah yang dikeluarkan oleh pemerintahan Trump, tetapi mereka membantah semua tuduhan terhadap dirinya. Sidang berikutnya untuk Maduro dan istrinya dijadwalkan pada 16 Maret.

Aksi militer AS telah disambut dengan gelombang reaksi internasional, dan sekutu Washington telah menekankan perlunya mematuhi prinsip-prinsip hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.(sl)