Pemukim Bersenjata Tingkatkan Serangan di Tepi Barat dan Quds
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i184362-pemukim_bersenjata_tingkatkan_serangan_di_tepi_barat_dan_quds
Pars Today - Seorang pejabat Palestina, merujuk pada peningkatan serangan oleh pemukim bersenjata terhadap warga Palestina di Tepi Barat dan Quds, menggambarkannya sebagai bagian dari kebijakan terarah rezim Zionis untuk mengisolasi Tepi Barat, yang bertujuan untuk secara geografis mengurung desa-desa dan membuka jalan bagi pendudukan lebih banyak wilayah Palestina.
(last modified 2026-01-20T02:15:57+00:00 )
Jan 20, 2026 09:14 Asia/Jakarta
  • Tentara Zionis di Tepi Barat
    Tentara Zionis di Tepi Barat

Pars Today - Seorang pejabat Palestina, merujuk pada peningkatan serangan oleh pemukim bersenjata terhadap warga Palestina di Tepi Barat dan Quds, menggambarkannya sebagai bagian dari kebijakan terarah rezim Zionis untuk mengisolasi Tepi Barat, yang bertujuan untuk secara geografis mengurung desa-desa dan membuka jalan bagi pendudukan lebih banyak wilayah Palestina.

Menurut laporan hari Selasa (20/01/2026), IRNA mengutip Kantor Berita Shehab, Nasir Abu Thabit, Direktur Pusat Pemantauan Pemukiman mengatakan, “Meningkatnya serangan oleh milisi pemukim di Tepi Barat dan Quds, yang dilakukan di bawah dukungan langsung tentara Israel, menunjukkan bahwa tindakan ini bukanlah serangan sporadis atau individual, tetapi merupakan bagian dari kebijakan terarah yang bertujuan untuk memaksakan realitas baru dan secara paksa menggusur warga Palestina dari tanah mereka.”

Ia menambahkan, "Eskalasi serangan ini bertepatan dengan pelaksanaan proyek pemukiman berbahaya, terutama proyek di wilayah Salfit dan Qalqilya dan merupakan bagian dari strategi Israel secara keseluruhan yang didasarkan pada fragmentasi tanah Palestina dan pencegahan komunikasi antara kota dan desa mereka."

Abu Thabit menekankan, "Proyek yang disebut "Jaringan Kehidupan" tidak lebih dari kedok yang menyesatkan untuk kebijakan apartheid. Melalui proyek ini, penjajah berupaya menciptakan sistem jalur alternatif, mengisolasi warga Palestina dari lingkungan alam mereka, dan mengubah kota dan desa mereka menjadi daerah tertutup dan terisolasi. Pada akhirnya, ini mengarah pada proyek pemukiman dan perluasannya dengan mengorbankan hak-hak yang tidak dapat dicabut dari warga Palestina."

Ia menekankan perlunya komunitas internasional untuk memenuhi tanggung jawab hukum dan moralnya dan mengambil tindakan segera untuk menghentikan serangan terus-menerus oleh milisi pemukim dan meminta pertanggungjawaban penjajah atas pelanggaran berkelanjutan mereka terhadap warga Palestina, tanah mereka, dan tempat-tempat suci mereka.

Ia memperingatkan bahwa kebungkaman internasional mendorong para penjajah untuk melanjutkan kebijakan pemukiman mereka.(sl)