Mantan Komandan Angkatan Laut Israel Mengakui Kegagalan di Gaza
-
Tentara Zionis
Pars Today - Mantan komandan Angkatan Laut Israel mengakui bahwa Israel telah gagal mencapai tujuan yang dinyatakan di Gaza, berdasarkan berbagai bukti, termasuk fakta bahwa jenazah Ran Gvili belum ditemukan dan Hamas belum dilucuti senjatanya.
Menurut laporan hari Selasa (20/01/2026), IRNA mengutip kantor berita Shehab, mantan Komandan Angkatan Laut Israel Eliezer Marom menyatakan keprihatinannya tentang apa yang ia sebut sebagai "runtuhnya Israel" di Jalur Gaza.
Ia menambahkan, "Pemerintah AS berupaya menyeret Arab Saudi ke dalam perjanjian perdamaian regional dan tahu bahwa keberhasilan rencananya di Gaza adalah kunci untuk mencapai tujuan ini."
Komentar Marom muncul bersamaan dengan pengumuman transisi ke fase kedua rencana Presiden AS Donald Trump dan pembentukan komite eksekutif untuk memerintah Jalur Gaza.
Di sisi lain, Avi Ashkenazi, seorang analis militer Zionis mengatakan, "Benjamin Netanyahu telah menghindari pembahasan tentang hari setelah perang Gaza selama lebih dari dua tahun, dan ini karena takut pada mitra koalisinya yang ekstremis, yang telah membawa Israel ke dalam situasi yang sangat sulit."
Ashkenazi menyatakan, "Pengumuman tentang dimasukkannya Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan dalam kerangka politik Gaza adalah tamparan yang memalukan bagi Israel, yang selalu menentang peran Turki di Jalur Gaza."
Ia menambahkan, "Netanyahu telah menderita pukulan berat karena kurangnya strategi pasca-perang yang jelas. Israel telah menderita banyak korban sejak awal perang, dengan 1.152 tentara tewas dan ribuan lainnya terluka."(sl)