Gedung Putih Tunggu Detail dari Iran Pasca-Jenewa
-
Karoline Leavitt, juru bicara Gedung Putih
ParsToday – Juru bicara Gedung Putih mengatakan kepada wartawan bahwa Iran diharapkan memberikan rincian lebih lanjut tentang posisi negosiasinya "dalam beberapa minggu mendatang" setelah pembicaraan dengan pejabat Amerika di Jenewa.
Melaporkan dari IRNA, Minggu, 22 Februari 2026, Gedung Putih, Rabu (18/2) waktu setempat, menolak berkomitmen pada jadwal waktu tertentu untuk kelanjutan diplomasi dengan Iran. Hal ini disampaikan di tengah pemberitaan media Amerika bahwa Presiden AS Donald Trump tengah mempertimbangkan operasi militer terhadap Iran.
Karoline Leavitt, juru bicara Gedung Putih, Rabu waktu setempat, mengatakan kepada wartawan bahwa Iran diharapkan memberikan rincian lebih lanjut tentang posisi negosiasinya "dalam beberapa minggu mendatang" setelah pembicaraan dengan pejabat Amerika di Jenewa. Namun, ia tidak mengatakan apakah Trump akan mengambil tindakan lain dalam rentang waktu tersebut.
"Saya tidak menetapkan tenggat waktu atas nama Presiden Amerika Serikat," ujar Leavitt.
Jawaban samar ini hanya mempertegas ketidakpastian seputar pengambilan keputusan Trump terkait Iran.
Leavitt mengulangi klaim Amerika tentang Iran dan mengatakan bahwa meskipun "diplomasi selalu menjadi pilihan pertama Trump, aksi militer tetap menjadi opsi dan ada argumen untuk bertindak".
Merujuk pada Perang 12 Hari, Leavitt mengklaim, "Operasi Midnight Hammer Presiden menghancurkan total fasilitas nuklir Iran. Iran sebaiknya mencapai kesepakatan dengan Presiden Trump."
Juru bicara Gedung Putih menyatakan bahwa Trump "pertama dan terutama" mengandalkan nasihat tim keamanan nasionalnya. Ia mengklaim, "Ia selalu memikirkan apa yang terbaik bagi Amerika, militer kita, dan rakyat Amerika".
Putaran pertama negosiasi tidak langsung Tehran-Washington pasca-perang 12 hari digelar Jumat, 6 Februari 2026, di Muscat. Dalam pembicaraan itu, delegasi negosiator Iran dan Amerika menyampaikan sejumlah pandangan, pertimbangan, dan pendekatan melalui Menteri Luar Negeri Oman, Badr Al-Busaidi.
Putaran kedua negosiasi nuklir antara Iran dan Amerika Serikat berlangsung Selasa, 17 Februari 2026, di Jenewa, Swis. Pembicaraan berakhir setelah sekitar tiga jam 30 menit konsultasi diplomatik intensif.
Seperti putaran sebelumnya, negosiasi ini berlangsung tidak langsung dengan mediasi Kesultanan Oman. Menteri Luar Negeri Iran, Sayid Abbas Araghchi, memimpin delegasi negosiator Iran. Sementara utusan khusus Steve Witkoff dan menantu presiden AS, Jared Kushner, memimpin delegasi Amerika.(sl)