Vance: AS Lebih Pilih Jalur Diplomatik dengan Iran
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i186140-vance_as_lebih_pilih_jalur_diplomatik_dengan_iran
Pars Today – Wakil Presiden AS, J.D. Vance, menyatakan bahwa pemerintahannya lebih memilih opsi diplomatik dalam menangani Iran. Pernyataan ini disampaikan di tengah berlangsungnya negosiasi antara Tehran dan Washington.
(last modified 2026-04-12T10:02:39+00:00 )
Feb 27, 2026 08:08 Asia/Jakarta
  • Vance: AS Lebih Pilih Jalur Diplomatik dengan Iran

Pars Today – Wakil Presiden AS, J.D. Vance, menyatakan bahwa pemerintahannya lebih memilih opsi diplomatik dalam menangani Iran. Pernyataan ini disampaikan di tengah berlangsungnya negosiasi antara Tehran dan Washington.

Melaporkan dari IRNA, Jumat, 27 Februari 2026, Vance dalam wawancara dengan Washington Post, Kamis malam waktu setempat, menegaskan tidak ada kemungkinan AS terlibat dalam perang jangka panjang di Timur Tengah.

"Saya skeptis terhadap intervensi militer asing," ujar Vance. "Tidak ada kemungkinan kita akan terlibat perang selama bertahun-tahun di Timur Tengah tanpa akhir yang jelas."

Vance menekankan bahwa meskipun Trump memiliki banyak opsi, diplomasi saat ini menjadi prioritas. "Kami akan memastikan Iran tidak mendapatkan senjata nuklir. Kami bisa menyelesaikan masalah ini secara diplomatis," katanya.

Ia menambahkan bahwa keputusan akhir bergantung pada sikap dan tindakan Iran. Vance juga memperingatkan agar Iran segera mencapai kesepakatan, mengingat Trump memiliki tim yang sangat kuat yang menangani masalah ini.

Negosiasi Iran-AS Masuki Babak Baru

Putaran ketiga negosiasi antara Iran dan AS berlangsung di Jenewa, Swis, pada 26 Februari 2026. Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, menyebut pembicaraan ini sebagai yang paling serius dan terpanjang sejauh ini.

"Kami mencapai kemajuan baik dan memasuki pembahasan serius tentang elemen kesepakatan di bidang nuklir dan sanksi," ujar Araghchi. Ia menambahkan bahwa meskipun masih ada perbedaan pandangan, keseriusan kedua pihak untuk mencapai solusi yang dinegosiasikan semakin meningkat.

Negosiasi ini kembali digelar setelah hampir delapan bulan terhenti pascaserangan gabungan Tel Aviv-Washington ke fasilitas nuklir damai Iran. Oman bertindak sebagai mediator dalam pembicaraan ini.

Delegasi AS dipimpin oleh utusan khusus Steve Witkoff dan menantu presiden Jared Kushner. Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi, juga hadir dalam pembicaraan. Delegasi Iran dipimpin Menteri Luar Negeri Araghchi, didampingi wakil bidang politik, hukum, internasional, dan diplomasi ekonomi.(sl)