Haaretz: Netanyahu Cari Musuh Baru untuk Selamat dari Jebakan Pemilu
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i193098-haaretz_netanyahu_cari_musuh_baru_untuk_selamat_dari_jebakan_pemilu
Pars Today – Sebuah media Zionis menulis bahwa Benjamin Netanyahu berusaha mencari musuh untuk menghindari kekalahan dalam pemilu.
(last modified 2026-07-13T09:59:02+00:00 )
Jul 13, 2026 16:57 Asia/Jakarta
  • Benjamin Netanyahu
    Benjamin Netanyahu

Pars Today – Sebuah media Zionis menulis bahwa Benjamin Netanyahu berusaha mencari musuh untuk menghindari kekalahan dalam pemilu.

Menurut laporan Kantor Berita Tasnim: Surat kabar Zionis Haaretz dalam tajuk utamanya hari Minggu (12/7) menyatakan, mengingat mendekatnya waktu pemilu, Netanyahu berupaya dengan mengangkat isu-isu seperti jet tempur F-35 untuk menciptakan musuh bagi Israel.

 

Menurut tulisan media berbahasa Ibrani yang memiliki banyak pemirsa ini, Netanyahu dengan penentangannya dan klaim melakukan panggilan telepon dan di tengah kemungkinan penolakan Kongres AS terhadap penjualan jet tempur F-35 ke Turki, akan membusungkan dadanya dalam pemilu dan mengklaim bahwa upayanya menyebabkan jet tempur ini tidak dijual ke Turki.

 

Media ini menulis: Meskipun Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki, tidak termasuk dalam pendukung Israel dan dukungannya terhadap arus Islam Sunni sangat jelas, namun kebersamaan dan sekutunya dengan Donald Trump sangat terasa; oleh karena itu Netanyahu, alih-alih memanfaatkan sepenuhnya peluang emas yang belum pernah terjadi dalam satu dekade terakhir ini dan memanfaatkan aliansi dengan negara Sunni moderat untuk menyelesaikan masalah Palestina dan bahkan membuka jalan bagi pembentukan pakta regional, sekali lagi merusak citra Israel di seluruh Asia Barat dan bahkan di luarnya.

 

Semua tindakan Netanyahu ini dilakukan hanya dengan satu tujuan, pandangannya tertuju pada politik internal, pemilu sudah di depan mata dan kebutuhan akan musuh-musuh baru ada, setelah ia menggunakan ketakutan terhadap Hamas, Hizbullah, dan Iran sebanyak mungkin dan semua upayanya untuk menciptakan ketakutan terhadap Mesir di tengah skandal Qatar (Qatar Gate) gagal, ia memutuskan kali ini untuk membentuk pandangan yang menakutkan terhadap Turki.

 

Haaretz di akhir tajuk rencananya menyatakan: Tentu saja Israel harus mengambil strategi baru terhadap Turki, tetapi mustahil strategi semacam itu dapat berhasil dalam kondisi di mana Israel telah mengubah dirinya menjadi struktur yang dibenci di dunia dan menggunakan kekuatannya tanpa akal dan logika. (MF)