Arab Saudi Serang Bandara Udara Sana'a
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i193108-arab_saudi_serang_bandara_udara_sana'a
Pars Today – Setelah agresi udara Arab Saudi ke Bandara Internasional Sana'a, Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman mengancam bahwa agresi ini tidak akan dibiarkan tanpa balasan.
(last modified 2026-07-13T13:13:39+00:00 )
Jul 13, 2026 19:48 Asia/Jakarta
  • Bandara Udara Sanaa
    Bandara Udara Sanaa

Pars Today – Setelah agresi udara Arab Saudi ke Bandara Internasional Sana'a, Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman mengancam bahwa agresi ini tidak akan dibiarkan tanpa balasan.

Menurut laporan Kantor Berita Mehr yang mengutip Al-Mayadeen, militer rezim Saudi beberapa saat yang lalu melancarkan beberapa serangan udara terhadap Bandara Internasional Sana'a.

 

Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman, seraya mengkonfirmasi berita ini, menegaskan bahwa dengan serangan musuh Saudi ke Bandara Internasional Sana'a, tahap pengurangan ketegangan antara kedua pihak telah berakhir.

 

Yahya Sare'e menekankan bahwa agresi ini tidak akan dibiarkan tanpa balasan.

 

Koresponden jaringan "Al-Masirah" di Sana'a melaporkan bahwa serangan udara menargetkan landasan pacu Bandara Internasional Sana'a. Laporan ini menunjukkan bahwa serangan tersebut menyebabkan kerusakan pada fasilitas bandara, meskipun rincian lebih lanjut tentang tingkat pasti kerusakan tersebut belum dipublikasikan.

 

Penargetan Bandara Internasional Sana'a terjadi sementara sebelumnya juga wilayah udara Yaman telah menyaksikan ketegangan serupa. Angkatan Bersenjata Yaman sebelumnya telah mengumumkan bahwa pertahanan udara mereka berhasil menghadapi satu skuadron jet tempur Saudi yang berniat mencegah pendaratan pesawat penumpang Iran di Bandara Sana'a dan memaksa mereka meninggalkan wilayah udara Yaman.

 

Angkatan Bersenjata Yaman memperingatkan bahwa setiap pelanggaran atau agresi baru akan direspons dengan serangan terarah terhadap "kepentingan vital Arab Saudi." Mereka juga menekankan kelanjutan penerbangan udara antara Sana'a dan Tehran untuk "memecahkan blokade yang dipaksakan terhadap bandara." (MF)