WTO: Fragmentasi Geopolitik Ancam Ekonomi Global Turun Persen
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i196914-wto_fragmentasi_geopolitik_ancam_ekonomi_global_turun_persen
Pars Today – Organisasi Perdagangan Dunia memperingatkan bahwa meningkatnya perpecahan geopolitik dan terbelahnya perdagangan dunia menjadi blok-blok perdagangan dapat mengurangi Produk Domestik Bruto dunia sebesar 5,1 persen dan ekspor global sebesar 18,6 persen.
(last modified 2026-09-16T10:08:25+00:00 )
Sep 16, 2026 17:06 Asia/Jakarta
  • WTO
    WTO

Pars Today – Organisasi Perdagangan Dunia memperingatkan bahwa meningkatnya perpecahan geopolitik dan terbelahnya perdagangan dunia menjadi blok-blok perdagangan dapat mengurangi Produk Domestik Bruto dunia sebesar 5,1 persen dan ekspor global sebesar 18,6 persen.

Menurut laporan Kantor Berita Mehr, Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dalam laporan Perdagangan Dunia 2026, memperingatkan tentang konsekuensi-konsekuensi dari meningkatnya perpecahan geopolitik, kenaikan tarif, dan pergerakan negara-negara menuju kebijakan perdagangan unilateral dan menyatakan bahwa melemahnya kerja sama multilateral dapat membebani ekonomi dunia dengan biaya yang berat.

 

Berdasarkan simulasi para ekonom WTO, jika sistem perdagangan global akibat perpecahan geopolitik terbelah menjadi blok-blok perdagangan yang sejalan, Produk Domestik Bruto dunia dalam jangka panjang dapat menurun sebesar 5,1 persen. Dalam skenario yang sama, ekspor global juga akan turun sekitar 18,6 persen.

 

WTO dalam laporan ini menekankan bahwa sistem perdagangan global berada dalam salah satu periode gangguan paling serius dan terpanjang sejak terbentuknya sistem perdagangan multilateral sekitar 80 tahun lalu.

 

Organisasi ini menyatakan bahwa kenaikan tarif, pembatasan perdagangan, dan ketegangan geopolitik, telah menekan kerja sama multilateral dan meningkatkan risiko terpecahnya ekonomi global.

 

Berdasarkan skenario lain yang dikaji dalam laporan WTO, jika kerja sama perdagangan multilateral sepenuhnya dikesampingkan dan Organisasi Perdagangan Dunia digantikan oleh jaringan perjanjian perdagangan bebas bilateral dan regional, kerugian ekonomi akan lebih besar; sedemikian rupa sehingga Produk Domestik Bruto dunia turun sekitar 6,9 persen dan ekspor global turun sekitar 26,9 persen.

 

WTO juga memperingatkan bahwa dampak melemahnya sistem perdagangan multilateral tidak akan sama bagi semua negara dan ekonomi-ekonomi yang lebih kecil dan lebih miskin dapat lebih rentan terhadap gangguan dalam perdagangan global.

 

Sebaliknya, laporan WTO memperkirakan bahwa penguatan kerja sama multilateral, pemeliharaan bagian-bagian yang efisien dari sistem perdagangan yang ada dan perbaikan bagian-bagian yang tidak efisien dapat dalam jangka panjang meningkatkan Produk Domestik Bruto dunia sekitar 2,9 persen. Dalam skenario ini, ekspor global juga dapat meningkat sekitar 17,9 persen.

 

Peringatan ini muncul dalam kondisi di mana pangsa perdagangan barang dunia yang tercakup dalam tarif berdasarkan prinsip "Most Favored Nation" (MFN) telah menurun dari sekitar 80 persen pada tahun 2022 menjadi sekitar 72 persen; sebuah masalah yang menunjukkan penurunan ketergantungan perdagangan global pada kerangka multilateral. (MF)