Begini Respons Iran atas Pidato Netanyahu di Kongres AS
-
Jubir Kemlu Iran Nasser Kanaani
Parstoday - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, merespons pidato terbaru Perdana Menteri Rezim Zionis, di Kongres Amerika Serikat.
Nasser Kanaani, Kamis (25/7/2024) mengatakan, Benjamin Netanyahu, penjahat utama Rezim Israel, setelah sembilan bulan genosida, dan pembunuhan massal, kini berada di pangkuan para pendukungnya, memalukan adalah kata yang sangat kecil untuk aib ini.
Ia menambahkan, "Seperti inilah ketika upaya keras sekian dekade peradaban Barat, untuk menunjukkan wajah tanpa dosa dan berperikemanusiaan dirinya kepada masyarakat dunia, hancur, dan wajah bengis serta keji kebijakan AS, terungkap ke seluruh dunia."
Jubir Kemlu Iran menjelaskan, "Sekarang slogan paling konyol yang keluar dari mulut para pemimpin dan pejabat AS serta Eropa adalah slogan hak asasi manusia, tapi hak asasi rakyat Palestina, seperti hak hidup, keamanan, akses air minum, makanan, obat-obatan, pengobatan, dan lainnya dilanggar dengan cara paling mengerikan di hadapan mata dunia di Jalur Gaza dan Tepi Barat. Anak-anak Palestina, setiap hari dibantai oleh 'Jagal Tel Aviv', tapi di hadapan semua kejahatan ini, pemerintah dan Kongres AS, menyambut Netanyahu dengan tepuk tangan."
Di akhir, Nasser Kanaani menegaskan bahwa kata memalukan adalah kata yang sangat kecil untuk menggambarkan aib orang-orang Amerika ini.
PM Israel, dalam pidatonya hari Rabu (24/7) di Kongres AS, kembali menyampaikan statemen-statemen bohong, dan kehadirannya diboikot oleh 128 anggota Kongres AS. (HS)