Kuwait Bantah Wilayahnya Dipakai untuk Meneror Ismail Haniyeh
Aug 01, 2024 13:10 Asia/Jakarta
-
bendera Kuwait
Parstoday - Surat kabar Kuwait, Al Jarida, mengutip sumber pemerintah negara itu mengabarkan, isu penggunaan wilayah Kuwait, untuk meneror Kepala Biro Politik Hamas, di Iran, tidak benar.
Sumber pemerintah Kuwait, Kamis (1/8/2024) membantah keras penggunaan wilayah negara itu untuk meneror Ismail Haniyeh, Kepala Biro Politik Hamas, saat berada di Iran.
Menurut Al Jarida, sumber pemerintah Kuwait itu mengatakan, "Kami membantah keras isu penggunaan wilayah Kuwait, oleh pasukan asing untuk melakukan serangan semacam ini atau operasi teror di negara-negara tetangga."
Ia menegaskan, "Berita bahwa pangkalan udara Ali Al Salem, digunakan untuk menerbangkan drone-drone Amerika Serikat, dalam rangka menyerang para pakar drone Hizbullah Irak, yang merupakan bagian dari Hashd Al Shaabi, bohong dan tidak sesuai kenyataan."
Masih mengutip sumber pemerintah Kuwait, Koran Al Jarida, menambahkan, "Wilayah Kuwait, sama sekali tidak ada kaitannya dengan operasi teror terhadap Ismail Haniyeh, di Iran."
Humas Korps Garda Revolusi Islam Iran, IRGC, sebelumnya mengumumkan, Ismail Haniyeh, Kepala Biro Politik Hamas, dan salah satu pengawalnya gugur dalam sebuah serangan ke kediamannya di Tehran, Rabu (31/7) pukul dua dinihari.
IRGC dalam pengumuman keduanya mengatakan bahwa Rezim Zionis Israel, bertanggung jawab atas serangan teror terhadap Syahid Ismail Haniyeh, di Tehran. (HS)