Iran: AS Bertanggung Jawab atas Gangguan Lalu Lintas Maritim di Teluk Persia
-
Amir Saeed Iravani, Duta Besar Iran untuk PBB
Pars Today - Duta Besar Iran untuk PBB menegaskan bahwa tanggung jawab atas setiap gangguan, pencegahan, atau intervensi dalam lalu lintas maritim di Teluk Persia, Laut Oman, dan Selat Hormuz berada langsung di pundak AS dan para pendukungnya.
Melaporkan dari Pars Today, Selasa, 28 April 2026, Amir Saeed Iravani dalam pertemuan Dewan Keamanan tentang "Keamanan dan Perlindungan Jalur Air di Wilayah Maritim" menyatakan bahwa Selat Hormuz semakin sering digunakan untuk mendukung serangan militer di kawasan, termasuk transfer peralatan militer untuk tindakan bermusuhan terhadap Iran.
"Sejumlah militerisasi ini telah menempatkan pelayaran internasional pada risiko yang lebih tinggi dan belum pernah terjadi sebelumnya di Teluk Persia dan Selat Hormuz," tegasnya.
AS Sebut "Blokade Laut", Iran Sebut "Pembajakan"
Iravani menyatakan bahwa AS terus melakukan tindakan ilegal dengan memberlakukan apa yang disebut "blokade laut", penyitaan ilegal kapal dagang Iran, dan penahanan awaknya. Tindakan berbahaya dan eskalatif ini melanggar hukum internasional, menentang Piagam PBB, merupakan kejahatan pembajakan, dan didefinisikan sebagai tindakan agresif berdasarkan resolusi Majelis Umum 3314 (XXIX).
"Iran mengecam tindakan ilegal ini dengan cara yang paling keras," ujarnya. Ia juga menyeru Dewan Keamanan untuk mengambil sikap tegas, mengutuk tindakan tersebut, menjamin pertanggungjawaban penuh, dan menuntut pembebasan kapal serta awaknya secara segera dan tanpa syarat.
Peringatan: Jangan Coba-coba Menyalahkan Iran
Di akhir pernyataannya, Iravani menegaskan bahwa tanggung jawab atas setiap gangguan, pencegahan, atau intervensi lalu lintas maritim di kawasan berada langsung di tangan para agresor, yaitu AS dan pendukungnya.
"Tindakan ilegal dan destabilisasi mereka telah memperburuk ketegangan serta membahayakan keselamatan maritim dan kebebasan navigasi. Klaim apa pun yang sebaliknya tidak berdasar dan tidak memiliki kredibilitas."
Di atas panggung Dewan Keamanan PBB, diplomat Iran tidak hanya protes. Ia mendefinisikan ulang siapa yang sebenarnya mengancam keamanan maritim.
Bukan Iran yang menutup selat. Iran yang mengelola selat. Yang mengganggu adalah AS dan sekutunya, yang menjadikan perairan internasional sebagai medan perang untuk kepentingan agresi mereka.(sl)