Lewat Qatar, AS Minta Iran dan Hizbullah Tak Balas Teror Haniyeh
https://parstoday.ir/id/news/event-i166934-lewat_qatar_as_minta_iran_dan_hizbullah_tak_balas_teror_haniyeh
Parstoday - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, sehari setelah teror Pemimpin Hamas, meminta seluruh pihak di kawasan Asia Barat (Timur Tengah) menghindari ketegangan.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Aug 01, 2024 15:35 Asia/Jakarta
  • Menlu AS Antony Blinken
    Menlu AS Antony Blinken

Parstoday - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, sehari setelah teror Pemimpin Hamas, meminta seluruh pihak di kawasan Asia Barat (Timur Tengah) menghindari ketegangan.

Antony Blinken, Kamis (1/8/2024) meminta seluruh pihak di kawasan untuk menurunkan ketegangan tanpa menyinggung sedikit pun peran Rezim Israel, dalam memburuk ketegangan terbaru di kawasan.
 
Ia menambahkan, "Saat ini kawasan menuju ke arah konflik-konflik yang lebih besar, kekerasan yang lebih besar, penderitaan dan ketidakamanan yang lebih besar, dan rantai ini harus diputus, serta gencatan senjata harus diberlakukan."
 
Blinken melanjutkan, "Untuk sampai ke tujuan itu, seluruh pihak berkewajiban untuk menghentikan segala bentuk tindakan yang dapat menyulut ketegangan."
 
Di sisi lain, CNN mengatakan, Menlu AS, meminta Qatar, untuk menyampaikan pesan ke Iran dan Hizbullah, supaya menahan diri dalam merespons teror Ismail Haniyeh dan Fuad Shokr, salah satu komandan Hizbullah Lebanon, dan tidak membalas aksi teror itu.
 
"Tidak ada peristiwa apa pun yang memprediksi langkah-langkah selanjutnya, tapi gencatan senjata untuk mengakhiri perang Gaza, dengan maksud mewujudkan ketenangan di utara, dan ketenangan antara Israel dan Lebanon, akan menguntungkan semua pihak," paparnya.
 
Kemudian Blinken menyarankan agar semua pihak menemukan alasan-alasan untuk sampai pada kesepakatan, bukannya malah menunda, atau menolak kesepakatan.
 
Statemen Menlu AS, disampaikan setelah Ismail Haniyeh, Kepala Biro Politik Hamas, sebagai orang yang memainkan peran penting dalam perundingan gencatan senjata, diteror saat perundingan Israel dan Hamas, diperkirakan di ambang kemajuan. (HS)