Zikir Untuk Mencapai Ketenangan
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i13204-zikir_untuk_mencapai_ketenangan
Hati yang belum dikosongkan dari masalah duniawi tidak dapat tenang mengingat Allah sebagaimana seharusnya.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Jun 28, 2016 12:42 Asia/Jakarta
  • Zikir kepada Allah
    Zikir kepada Allah

Hati yang belum dikosongkan dari masalah duniawi tidak dapat tenang mengingat Allah sebagaimana seharusnya.

Sejak dahulu sampai sekarang kegalauan hati merupakan salah satu masalah terbesar yang menimpa kehidupan manusia. Efeknyapun sangat terasa dalam kehidupan individu maupun sosial seseorang.

 

Sebaliknya, ketenangan merupakan sesuatu yang hilang secara tidak jelas dari kehidupan manusia. Akibatnya, manusia mencari kemana saja untuk mendapatkannya. Narasi sangat panjang akan dihasilkan bila kita ingin menuliskan tentang upaya manusia sepanjang sejarah untuk menemukan ketenangan, baik dari jalan yang benar atau semu.

 

Ketenangan dan kegalauan memiliki peran yang sangat penting dalam kesehatan individu maupun masyarakat yang berujung pada kebahagiaan dan kesengsaraan manusia. Hal ini tidak bisa dilewati begitu saja. Itulah mengapa banyak buku ditulis dengan tema kegalauan hati dan bagaimana solusinya guna meraih ketenangan batin.

 

Sejarah manusia penuh dengan adegan-adengan menyedihkan dimana manusia berusaha menggapai segala sesuatu dan melangkahkan kaki pada setiap lembah dan menyerahkan dirinya pada segala bentuk kecanduan demi mendapatkan ketenangan.

 

Tapi al-Quran hanya dengan satu kalimat pendek dan berisi menunjukkan jalan yang terpercaya dan terdekat dan berfirman:

ألا بذكر الله تطمئنّ القلوب

Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (QS. Ra’d: 28) (Tafsir Namuneh, jilid 10, hal 210)

Poin berikut ini juga harus menjadi perhatian, hati yang belum dikosongkan dari masalah duniawi tidak dapat tenang dengan mengingat Allah sebagaimana seharusnya. Perlu proses untuk meraih ketenangan bagi mereka yang masih mencintai dunia.

Sebagaimana dalam riwayat Rasulullah Saw disebutkan:

فَإِنَّهُ مَن أقبَلَ إلَى اللهِ بِقَلبِهِ جَعَلَ اللهُ قُلوبَ العِبادِ مُنقادَةً إلَیهِ بِالمَوَدَّةِ وَالرَّحمَةِ

Sesungguhnya orang yang menghadapkan hatinya kepada Allah, maka Allah akan menjadikan hati orang-orang perhatian kepadanya dan ia menjadi tercinta dan tersanjung di sisi mereka.

Zikir apakah yang membuat seseorang merasa tenang?

Maksud dari ayat di atas yang menjelaskan bahwa mengingat Allah akan menjadikan hati tenang bukan berarti hanya dengan menyebut nama-Nya, berkali-kali membaca tasbih, tahlil dan takbir, lantas hati menjadi tenang. Tapi maksudnya adalah perhatian pada Allah, pada keagungan-Nya, ilmu dan pengetahuan-Nya, kehadiran dan pengawasan-Nya sepenuh hati. Perhatian ini akan menjadi permulaan bagi setiap orang untuk berusaha dan bergerak serta beraktivitas dalam kehidupan sehari-hatinya dan menjadi benteng yang memisahkan dirinya dan dosa. Inilah hakikat Zikir dimana pengarih dan keberkahannya telah dijelaskan dalam banyak riwayat. (Tafsir Namuneh, jilid 10, hal 215)

Sebagaimana setelah menggunakan obat setelah digigit ular, seseorang akan merasakan keselamatan dan kesehatan, jiwa juga demikian. Ia akan merasakan ketenangan dengan mengingat Tuhan.

Manifestasi mengingat Allah

Dalam sebuah hadis, Rasulullah Saw kepada Sayidina Ali as bersabda, “Hai Ali! Ada tiga hal yang tidak bisa ditahan oleh umat ini dan tidak semua orang bisa menahannya.

1. Toleransi dengan saudara seagama dalam urusan harta.

2. Memberikan hak orang lain dari miliknya sendiri.

3. Mengingat Allah dalam segala kondisi yakni bukan hanya membaca Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, tapi mengingat Allah ketika seseorang menghadapi sesuatu yang haram dan ia takut kepada Allah dan meninggalkannya.

Dalam riwayat lain Imam Ali as berkata, “Zikir ada dua macam; mengingat Allah saat mendapatkan musibah dan menghadapinya dengan sabar dan yang lebih utama darinya adalah mengingat Allah saat menghadapi hal-hal yang haram dan menjauhinya.” ((Tafsir Namuneh, jilid 10, hal 216)

Penulis Majma al-Bayan juga menjelaskan tentang makna zikir bahwa Allah menjadikan mengingat Allah sebagai penenang hati pada satu tempat dan di tempat lain menyebabkan rasa takut di hati. Mengapa demikian, karena Zikir yang pertama mengingat pahala dan nikmat-Nya. Ketika seseorang mengingat nikmat Allah, maka hatinya akan merasa tenang. Sementara zikir yang menyebabkan hati seseorang merasa takut adalah ketika ia mengingat siksa dan kemarahan Allah dan siapa saja yang mengingat hal ini, ia tidak akan merasa tenang. (al-Mizan, jilid 11, hal 545)

Zikir Untuk Mencapai Ketenangan

Disebutkan bahwa secara umum, mengingat Allah dengan segala bentuk akan menyebabkan ketenangan hati. Selain itu membaca zikir berikut ini juga memiliki peran dalam mewujudkan ketenangan:

ما شاءَ الله لا حَولَ وَ لا قوَّةَ إلّا باللهِ العَلِیِّ العَظیم

Mirza Mohammad Ashtiani dalam buku Hadiah Ahmadi menyebutkan:

“Allamah Thabathabai penulis tafsir al-Mizan mengatakan, “Untuk mendapatkan ketenangan hati, letakkan tangan di dada dalam kondisi duduk dan berdiri, bacalah beberapa kali ayat 28 surat ar-Ra’d:

الذّینَ امَنوا وتَطمَئِنُّ قُلوبُهُم بذِكرِ اللهِ اَلا بذِكرِ الله تَطمَئِنُ القلوب

Ayat ini sangat berpengaruh dalam mewujudkan ketenangan hati. (Emi Nur Hayati)