Jumlah Korban Kapal Pengangkut TKI yang Tenggelam Bertambah
Jumlah korban kapal pengangkut TKI yang tenggelam pada 23 Januari lalu di perairan Malaysia bertambah menjadi 24 orang.
Menurut laporan dinas penjaga perairan Malaysia Jumat (27/1), upaya terbaru pencarian jenazah korban di peristiwa ini akhirnya berhasil menemukan delapan jenazah korban lainnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Muhammad Iqbal mengatakan tim penyelamat kesulitan mengidentifikasi jenazah korban kapal karam di perairan Malaysia.
Menurut Iqbal, hingga saat ini, baru dua dari sepuluh jenazah yang bisa diidentifikasi. "Dua dari sepuluh jenazah diidentifikasi secara visual oleh keluarga mereka di Malaysia," katanya saat dimintai konfirmasi pada Senin, 25 Juli 2016.
Iqbal menjelaskan, tim penyelamat suit mengidentifikasi karena kondisi korban setelah tenggelam. Selain itu, minim tanda pengenal yang dapat menjadi rujukan identitas. "Untuk itu, Kementerian Luar Negeri dengan Disaster Victim Identification (DVI) Polri akan mengantisipasi kebutuhan proses identifikasi," ujarnya.
Kapal yang mengangkut 62 penumpang itu karam pada Sabtu malam, 23 Juli 2016, setelah mesin mati dan diempas ombak di perairan Pantai Batu Layar, Kota Tinggi, Johor.
Dari jumlah penumpang itu, baru 34 yang berhasil diselamatkan. Mereka terdiri atas 26 laki-laki dan delapan perempuan dengan rata-rata usia 20-50 tahun. Sementara itu, belasan lainnya masih dicari tim Operasi Pencarian dan Penyelamatan (SAR) Malaysia.
Tim SAR Malaysia terdiri atas polisi laut, Marine Operations Force (MOF), perwakilan kantor polisi Rengit, dan petugas pemadam kebakaran Johor.
Sebanyak 34 imigran yang selamat dari pelayaran ilegal itu berasal dari sejumlah daerah di Indonesia, seperti Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur, Aceh, Jambi, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Adapun upaya untuk menemukan korban lainnya masih terus berlanjut. (MF)