Ketika Panglima TNI Ditolak Masuk AS
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i46206-ketika_panglima_tni_ditolak_masuk_as
Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayor Jenderal TNI Wuryanto, mengaku belum dapat penjelasan dan menunggu mengenai alasan penolakan terhadap atasannya, Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, masuk ke Amerika Serikat.
(last modified 2026-05-06T17:35:17+00:00 )
Okt 23, 2017 11:53 Asia/Jakarta

Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayor Jenderal TNI Wuryanto, mengaku belum dapat penjelasan dan menunggu mengenai alasan penolakan terhadap atasannya, Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, masuk ke Amerika Serikat.

Sepanjang hubungan diplomatik Indonesia dan Amerika Serikat terjalin, baru sekali ini terjadi seorang panglima TNI dan rombongan ditolak mendarat di Amerika Serikat oleh instansi resmi Amerika Serikat.

"Kami masih belum tahu mengenai alasan penolakan terhadap Panglima TNI masuk ke Amerika Serikat," ujar Wuryanto, dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu.

Dia menjelaskan sedianya Nurmantyo berangkat ke Amerika Serikat pada Sabtu (21/10) menggunakan maskapai penerbangan Emirates dengan jadwal keberangkatan pukul 17.50 WIB.

Namun beberapa saat setelah memasuki bandara, Nurmantyo dan rombongannya --termasuk istrinya-- diberi tahu Emirates bahwa mereka ditolak masuk Amerika Serikat melalui US Custom and Border Protection.

"Posisinya sudah mau check in, dan panglima serta rombongannya sudah berada di bandara".

Nurmantyo sedianya akan menghadiri acara para pimpinan angkatan bersenjata membahas organisasi ekstrim atau Chiefs of Defense Conference on Country Violent Extremist Organization (VEOs) di Washington DC, Amerika Serikat, 23 hingga 24 Oktober.

Ia diundang Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat, Jenderal Joseph F Durford Jr, dan kemudian Nutmantyo membalas surat tersebut dan mengonfimasi kehadirannya sebagai bentuk penghargaan dan perhatian.

"Panglima TNI mengirim surat balasan tersebut karena menghormati Jenderal Joseph F Durford, Jr yang merupakan sahabat sekaligus senior Jenderal TNI Gatot Nurmantyo," Wuryanto bilang.

Disinggung mengenai apakah ada berkas penunjang keberangkatan yang belum lengkap, Wuryanto membantah. Wuryanto menjelaskan bahwa semua berkas termasuk visa sudah selesai diurus.

Panglima TNI --sebagaimana semua kepala staf matra TNI-- memiliki organ khusus yang menangani aktivitas protokoler, perjalanan dinas di dalam dan luar negeri, kesekretariatan, serta perijinan dan pengamanan. Semua tugas itu dikoordinasikan seorang koordinator staf pribadi dibantu sejumlah staf bersama para ajudan.

Jadi hampir mustahil ada prosedur keimigrasian, protokoler, dan kelengkapan dokumen terlewatkan, karena semua aktivitas pimpinan TNI sudah terjadwal sedemikian rupa secara rapi.

Nurmantyo juga sudah beberapa kali berangkat ke Amerika Serikat. Terakhir pada Februari 2016 dan selama ini tidak pernah ada kendala apa pun.

Gemura: penolakan panglima merupakan penghinaan bagi Indonesia

Organisasi Sayap Partai Hanura, Gerakan Pemuda Nurani Rakyat (Gemura) menilai penolakan yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo merupakan penghinaan bagi Indonesia.

"Bagi Gemura hal Ini adalah penghinaan bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan karena TNI adalah tentara rakyat, tentara yang lahir dari rahim pergerakan dan perjuangan rakyat, santri dan ulama," ujar Ketua Umum Gemura Oktasari Sabil melalui siaran pers di Jakarta, Senin.

Oktasari mengatakan sampai saat ini telah terbukti bahwa TNI adalah institusi negara yang tingkat kepercayaan dan kredibiltas tertinggi di mata rakyat yang terpotret dari survei terakhir.

Gemura meminta Pemerintah dalam hal ini Kementerian Luar Negeri RI untuk bersikap tegas dengan mengeluarkan nota protes diplomatik dengan tingkat tertinggi.

"Meskipun Dubes Amerika sudah meminta maaf namun hal ini menurut kami tidak lah cukup. Gemura mendesak otoritas terkait di Amerika dalam hal ini Kemenlu Amerika harus memberikan penjelasan secara detail kepada Indonesia karena rakyat saat ini bertanya-tanya," kata dia.

Gemura mendukung penuh Panglima TNI yang menggunakan semua saluran diplomatik melalui pemerintah untuk menyelesaikan persoalan ini secara bermartabat dan terhormat sebagai bangsa yang besar.

Sebelumnya, Sabtu (21/10) Panglima TNI Gatot Nurmantyo ditolak masuk ke Amerika Serikat oleh otoritas Amerika Serikat. Sedianya Gatot Nurmantyo akan menghadiri acara Chiefs of Defense Conference on Countering Violent Extremist Organization pada 23-24 Oktober di Washington DC karena diundang secara resmi oleh Panglima Angkatan Bersenjata Amerika Serikat (AS) Jenderal Joseph F. Dunford.

Pada Sabtu (21/10), Panglima TNI beserta delegasi sudah bersiap menumpang maskapai Emirates ke Amerika Serikat. Namun ketika hendak check in muncul pemberitahuan bahwa dirinya dilarang masuk AS. Padahal Gatot telah mengantongi visa izin masuk ke AS. (Antaranews)