Dukung Palestina, Jokowi Tolak Keputusan Trump
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i47919-dukung_palestina_jokowi_tolak_keputusan_trump
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menegaskan dukungan pemerintah dan rakyat Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina tidak akan berubah, dan menolak keputusan terbaru Presiden AS, Donald Trump yang mengakui Baitul Maqdis sebagai ibu kota rezim Zionis Israel.
(last modified 2026-05-06T17:35:17+00:00 )
Des 09, 2017 07:36 Asia/Jakarta

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menegaskan dukungan pemerintah dan rakyat Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina tidak akan berubah, dan menolak keputusan terbaru Presiden AS, Donald Trump yang mengakui Baitul Maqdis sebagai ibu kota rezim Zionis Israel.

"Saya sendiri juga akan hadir di sana untuk meneguhkan kita semuanya, betapa kita, dukungan kita, rakyat kita, kepada Palestina itu tidak berubah," tegas Presiden dalam sambutan pembukaan Silaturahmi Kerja Nasional Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat.

Situs Antara melaporkan, Presiden Jokowi telah menghubungi sejumlah kepala negara anggota OKI antara lain Emir Qatar Sheikh Tamim dan Presiden Otorita Palestina Mahmoud Abbas terkait kehadirannya dalam konferensi yang akan berlangsung di Turki.

Kepala Negara juga menyampaikan kekecewaannya atas sikap Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan hendak memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke kota itu.

Jokowi mengungkapkan kekesalannya atas sikap politik luar negeri AS yang diambil Trump.

"Ya inilah perubahan-perubahan dunia yang kadang menjengkelkan, kadang menyakitkan. Tapi itulah fakta yang kita hadapi," tegas Presiden.

Presiden menekankan keputusan Trump dapat mengganggu keamanan dunia.

"Yang kita takutkan, kita khawatirkan, ini nanti bisa mengguncang stabilitas keamanan, stabilitas perdamaian di dunia. Itu yang kekawatiran, saya kira semua kepala negara, kepala pemerintahan di sana," tegas Jokowi.

Donald Trump

Keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel terus menuai kecaman dari berbagai pihak di Indonesia.

Situs Republika melaporkan, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Ma'ruf Amin menilai langkah Trump tidak tepat.

Menurutnya, tidak ada satunpun negara di dunia selain Israel, yang mendukung langkah Trump. Sebab, keputusan presiden dari Partai Republik itu dapat menimbulkan kegaduhan di dunia. "Semua mencelanya," kata Kiai Ma'ruf kepada Republika di Jakarta, Jumat (8/12).

Ia menilai, apabila Trump memiliki perasaan, pengakuan terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel yang diikuti pemindahan Kedutaan Besar AS untuk Israel dari Tel Aviv tidak akan dilaksanakan. "Kalau memang tidak ada perasan maka akan dimusuhi orang sedunia," ujar Kiai Ma'ruf dengan nada tegas.

Pernyataan Kiai Ma'ruf diikuti pernyataan resmi MUI beserta organisasi massa Islam perihal keputusan Trump. Pernyataan sikap disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal MUI Ustaz Zaitun Rasmin.

Pertama, MUI menolak dan mengutuk keras keputusan Presiden Donald Trump yang mengakui dan menjadikan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Kedua, MUI juga meminta agar keputusan Trump segera dicabut karena akan menciptakan ketakstabilitasan di dunia dan mendorong aksi-aksi kekerasan serta terorisme.

Ketiga, MUI juga mendesak PBB, OKI, Liga Arab, dan organisasi regional lainnya untuk segera mengadakan pertemuan khusus membahas dan menolak keputusan presiden AS.

Keempat, mendukung sikap Pemerintah Indonesia yang menolak keputusan Donald Trump tersebut. Kelima, menegaskan kembali dukungan terhadap kemerdekaan Palestina dengan Yerusalem (al-Quds) sebagai ibu kotanya.

Terakhir, MUI mengimbau kepada kaum Muslimin di mana pun berada untuk memperhatikan, berdoa, dan membantu pembebasan Masjidil Aqsa dan Palestina sesuai kemampuannya masing-masing dan sesuai dengan petunjuk syariat.

MUI juga mengingatkan kaum Muslimin menghindari segala tindakan anarkisme apalagi terorisme yang akan membawa korban orang-orang tak berdosa dan dapat merusak citra Islam dan kaum Muslimin.(Antara/Republika/PH)