Indonesia, Mobil Listrik dan Masa Depan
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i62606-indonesia_mobil_listrik_dan_masa_depan
Pemerintah tengah mendorong penggunaan mobil listrik di dalam negeri. Hal itu dilakukan untuk beberapa alasan, mulai dari mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM) hingga mengurangi polusi akibat penggunaan BBM yang berlebih.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Okt 04, 2018 12:03 Asia/Jakarta
  • Mobil Listrik
    Mobil Listrik

Pemerintah tengah mendorong penggunaan mobil listrik di dalam negeri. Hal itu dilakukan untuk beberapa alasan, mulai dari mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM) hingga mengurangi polusi akibat penggunaan BBM yang berlebih.

Menurut Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Rida Mulyana, saat ini pertumbuhan kendaraan di Indonesia lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi.

Alhasil, kebutuhan BBM juga ikut meningkat. Padahal, Indonesia sendiri masih memenuhi konsumsi BBM sebagian dari impor.

"Pertumbuhan kendaaaan sampai 2017 ini mengkhawatirkan. Grafik pertumbuhan kendaraan kita dari BPS nyaris 11,5% per tahun, dibandingkan pertumbuhan ekonomi itu 5% dan pada saat yang sama kebutuhan BBM naik padahal masih impor," jelasnya dalam Forum Diskusi Mobil Listrik yang diadakan detikcom dan CNN Indonesia di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (4/10/2018).

Lebih lanjut, kata Rida, penggunaan BBM juga menyebabkan dampak buruk terhadap lingkungan seperti polusi udara. Dengan begitu, penggunaan mobil listrik bisa menjadi salah satu solusi atas masalah tersebut.

Truk listrik

"Penggunaan BBM, ujungnya masalah udara, polusi semakin jelek dan tidak sehat jadi tidak mungkin dipertahankan. Lagian di luar (negeri) sudah ada mobil listrik jadi itu background kita untuk mendorong electric vehicle ini ada di Indonesia," paparnya.

Selain itu, penggunaan mobil listrik juga selaras dengan keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengurangi emisi hingga 29%.

"Kita melalui Pak Presiden pada 2015 berkomitmen untuk ikut berkontribusi mengurangi emisi sampai 29% lah dan ini bagian dari upaya pencapaian," tutupnya.

Sekali lagi, era kendaraan listrik merupakan sebuah keniscayaan di masa depan. Indonesia diminta jangan sampai ketinggalan negara tetangga seperti Thailand, Malaysia atau Vietnam.

Hal tersebut disampaikan Ketua Laboratorium Konversi Energi Elektrik Institut Teknologi Bandung (ITB) Agus Purwadi dalam Forum Group Discussion Kendaraan Listrik yang diselenggarakan detikcom dan CNN Indonesia di Hotel Atlet Century, Jakarta, Kamis (4/10/2018).

"Harapan kami Indonesia bisa jadi basis pengembangan EV (electric Vehicle atau kendaraan listrik) tidak kalah oleh Thailand, Vietnam, dan Malaysia," ujarnya.

Indonesia bisa memanfaatkan pasar yang besar di Australia, apalagi negara Kangguru itu sudah mendeklarasikan sebagai negara 'hijau. "Sangat aneh kalau pasar Australia diisi oleh Thailand," ujarnya.

ITB dalam sisi riset sudah membantu Kementerian Perindustrian mengembangkan komponen yang dibutuhkan untuk kendaraan listrik. ITB sudah bisa mengembangkan komponen yang dibutuhkan kendaraan listrik seperti motor listrik, inverter, sampai baterai.

Motor listrik yang dikembangkan ITB bisa digunakan untuk roda 4, roda 2 atau malah roda 3. "Karena roda 2 dan 3 ini sebagai entry level untuk kendaraan listrik," ujarnya. (Detikcom)