IRGC: Trump Berupaya Sulut Instabilitas di Iran
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dalam sebuah pernyataan menegaskan bahwa Presiden Amerika Serikat, sebagai pembunuh Syahid Jenderal Qassem Soleimani, kini kembali berupaya—setelah gagal melalui pembunuhan Syahid Soleimani—untuk memaksa Iran yang besar dan merdeka agar tunduk dengan menciptakan ketidakstabilan dan merusak keamanan.
Dalam pernyataannya pada peringatan hari syahid Letnan Jenderal Syahid Haji Qassem Soleimani, Korps Garda Revolusi Islam menyatakan bahwa terkikisnya kekuatan politik dan keamanan sistem hegemoni serta runtuhnya tatanan Amerika di kawasan dan dunia merupakan hasil dari dampak berkelanjutan Syahid Soleimani dan para pejuang Poros Perlawanan. IRGC menegaskan bahwa Trump dan Netanyahu yang haus darah, melalui pembunuhan keji terhadap syahid tersebut, tidak mampu melenyapkan kekuatan luar biasa, jalan, dan pengaruh beliau.
Pernyataan itu menyebutkan bahwa ruh perlawanan dalam mengejar dan menuntut balas para pembunuh Soleimani serta para syuhada Poros Perlawanan telah terbang tinggi. Ruh Soleimani mengalir dalam tubuh bangsa-bangsa kawasan dan menunjukkan bahwa di hadapan para penindas pembunuh anak-anak, akan muncul “Badai al-Aqsa” lainnya. Poros Perlawanan dan perjuangan melawan Israel di seluruh dunia, dan tentu sepanjang sejarah, akan senantiasa terikat dan menyatu dengan nama dan kenangan Syahid Soleimani.
IRGC menegaskan bahwa saat ini Perlawanan Islam di negara-negara Islam, berkat kiprah Syahid Soleimani, telah berubah menjadi sebuah front yang terorganisasi, saling bersinergi, dan efektif. Cita-cita, ruh, dan slogan kunci Perlawanan Islam untuk pembebasan al-Quds al-Sharif kini digaungkan dengan slogan global #FreePalestine, tidak hanya di dunia Islam, tetapi juga di seluruh negeri-negeri Barat dan di hadapan Gedung Putih.
Presiden Amerika Serikat, sebagai pembunuh Syahid Soleimani, kini kembali berupaya—setelah gagal melalui pembunuhan Syahid Soleimani dan pelancaran perang 12 hari—untuk memaksa Iran yang besar dan merdeka agar tunduk dengan menciptakan ketidakstabilan dan merusak keamanan. Namun sekali lagi, bangsa Iran dengan kewaspadaan dan dengan tidak ikut serta bersama para perusuh yang berafiliasi, berhasil menggagalkan rencana jahat para pemimpin Amerika yang keji dan para antek pengkhianat mereka, serta memberikan tamparan keras kepada wajah hitam mereka. Kini, kemarahan telah menyelimuti Trump, dan karena keputusasaan, ia mengancam bangsa dan pemerintah Republik Islam Iran.
Dalam kelanjutan pernyataan tersebut ditegaskan bahwa para prajurit Islam yang siap berkorban kembali menyatakan bahwa di bawah kepemimpinan Pemimpin yang bijaksana dan dalam pengabdian kepada rakyat tercinta, mereka akan tetap berkorban hingga seluruh konspirasi gabungan musuh digagalkan dan Iran yang merdeka serta kuat terwujud.(PH)