Imam Khamenei: Berdialoglah dengan Demonstran, Tetapi Perusuh Harus Ditindak
Pemimpin Besar Revolusi Islam, Ayatullah Sayid Ali Khamenei menegaskan, "Kami tidak akan mundur menghadapi musuh dan dengan bersandar kepada pertolongan Allah serta keyakinan akan dukungan rakyat, kami akan memaksa musuh bertekuk lutut."
Tehran, Parstoday- Ayatullah Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam, pada Sabtu pagi, bertepatan dengan peringatan hari kelahiran Amirul Mukminin Imam Ali a.s, serta peringatan enam tahun syahidnya Letjen Qassem Soleimani, Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam, bertemu dengan keluarga para syuhada perang dua belas hari.
Dalam pertemuan tersebut, beliau menekankan pentingnya kewaspadaan dan penguatan persatuan nasional dalam menghadapi “perang lunak” musuh.
Pemimpin Revolusi Islam menyatakan bahwa tujuan musuh dalam perang lunak adalah melemahkan motivasi dan harapan rakyat serta menanamkan keraguan di tengah masyarakat. Ayatullah Khamenei menambahkan,"Sebagaimana pada masa Amirul Mukminin a.s. musuh berupaya membelokkan pandangan masyarakat melalui penyebaran rumor dan kebohongan, hari ini pun metode yang sama diterapkan secara persis. Namun bangsa Iran telah menunjukkan bahwa dalam medan-medan sulit dan di setiap situasi yang membutuhkan kehadiran serta bantuan mereka, bangsa ini berdiri teguh dan membuat musuh putus asa."

Imam Khamenei menegaskan bahwa tekad kuat bangsa Iran merupakan sumber kekhawatiran pihak-pihak yang berniat jahat, dan berkata, "Salah satu alat musuh serta sebagian individu yang tidak bertanggung jawab atau lalai dalam medan perang lunak adalah mengingkari pencapaian dan kemampuan bangsa Iran, karena ketidakpedulian terhadap kemampuan nasional akan membuka jalan bagi penghinaan dan penyerahan diri kepada musuh."
Rahbar menyebut keberhasilan peluncuran tiga satelit ke luar angkasa dalam satu hari serta kemajuan luar biasa di berbagai bidang ilmiah Iran, termasuk dirgantara, bioteknologi, kedokteran, pengobatan, nanoteknologi, serta industri pertahanan dan rudal, sebagai contoh nyata karya besar bangsa Iran dan generasi muda yang cerdas serta kompeten.
Beliau menambahkan bahwa musuh, dan sayangnya sebagian pihak di dalam negeri, berusaha menyembunyikan kemajuan besar ini yang dicapai di tengah sanksi dan tidak menyampaikannya kepada masyarakat.
Dengan menyinggung usia rata-rata 26 tahun para ilmuwan yang terlibat dalam peluncuran tiga satelit tersebut, Pemimpin Besar Revolusi Islam menyebutnya sebagai bukti kekayaan besar sumber daya manusia bangsa Iran.
Di bagian lain Beliau menambahkan, "Pada saat yang sama, seorang pembual Amerika ketika berbicara tentang bangsa Iran, sebagian ucapannya adalah cercaan dan sebagian lainnya adalah tipu daya serta janji kosong. Namun alhamdulillah, hari ini bangsa Iran, bahkan seluruh dunia, telah mengenal Amerika, dan tabir aibnya telah tersingkap di hadapan dunia."
Pemimpin Revolusi Islam menilai pengenalan sejati terhadap musuh sebagai sebuah pencapaian besar, seraya menambahkan,"Rakyat Iran dalam perang dua belas hari telah menyaksikan sendiri hakikat Amerika. Bahkan mereka yang sebelumnya menganggap negosiasi dengan Amerika sebagai solusi bagi persoalan negara, kini memahami bahwa di tengah proses negosiasi, pemerintah Amerika justru sedang menyiapkan skenario perang."

Ayatullah Khamenei menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap perang lunak, penyebaran keraguan, dan rumor yang dilancarkan musuh. Dengan menyinggung miliaran dolar biaya yang dikeluarkan untuk menyebarkan pernyataan palsu di dalam Iran melalui jaringan televisi dan pusat-pusat informasi, beliau berkata,"Tujuan mereka adalah melemahkan negara dan merusak persatuan luar biasa bangsa Iran yang terbentuk dalam perang dua belas hari. Oleh karena itu, persoalan terpenting adalah memperhatikan konfrontasi musuh serta menjaga persatuan internal, sebagaimana firman Al-Qur’an: “keras terhadap orang-orang kafir dan penuh kasih sayang di antara sesama.”
Dalam bagian lain dari pidatonya, Ayatullah Khamenei merujuk pada aksi-aksi pekan lalu oleh para pedagang pasar (bazari), seraya menegaskan bahwa pasar dan para pedagang merupakan salah satu kelompok paling setia terhadap negara dan Revolusi Islam, dan kami mengenal mereka dengan baik. Oleh karena itu, tidak mungkin menggunakan nama pasar dan pedagang untuk menghadapi Republik Islam.

Beliau menegaskan bahwa protes para pedagang adalah hal yang benar dan sah, namun yang tidak dapat diterima adalah kehadiran sejumlah individu yang terprovokasi atau agen musuh di balik para pedagang, serta pengumandangan slogan-slogan anti-Islam, anti-Iran, dan anti-Republik Islam.
Pemimpin Revolusi Islam menekankan bahwa “protes adalah sah, tetapi protes berbeda dengan kerusuhan.” Beliau menambahkan,"Tidak dapat diterima sama sekali jika sekelompok orang dengan berbagai nama dan dalih, dengan tujuan merusak dan menciptakan ketidakamanan, menunggangi protes para pedagang yang beriman, sehat, dan revolusioner, lalu melakukan aksi kerusuhan."
Beliau kembali menegaskan,“Para pejabat harus berdialog dengan pihak yang menyampaikan protes, namun berbicara dengan perusuh tidak ada gunanya; mereka harus ditempatkan pada posisi yang semestinya."
Ayatullah Khamenei menegaskan, "Kami tidak akan mundur menghadapi musuh, dan dengan bersandar kepada pertolongan Allah serta keyakinan akan dukungan rakyat, kami akan memaksa musuh bertekuk lutut."
Pemimpin Revolusi Islam juga memuji perat Syahid Letjen Qassem Soleimani di seluruh medan yang diperlukan, seraya berkata,"Beliau berbeda dengan sebagian orang yang memahami persoalan dengan baik dan berbicara dengan baik, namun tidak bertindak; Soleimani hadir di setiap arena yang dibutuhkan, baik dalam menjaga dan mengarahkan gerak Revolusi serta menghadapi berbagai ancaman di Kerman, maupun dalam Pasukan Quds, pembelaan tempat-tempat suci, perlawanan terhadap ISIS, dan arena-arena lainnya."
Beliau menambahkan bahwa pengaruh Syahid Soleimani dalam persoalan-persoalan politik paling sensitif dan penting di kawasan sangat nyata, bahkan terkadang tak tertandingi. Haj Qassem juga sangat menaruh perhatian pada pembinaan dan pelatihan para pejuang dan pasukan di bawah komandonya. Karena sifat-sifat inilah, makam beliau setiap tahun semakin dimuliakan dan dihormati, serta jutaan orang dari berbagai daerah, bahkan dari negara lain, datang untuk berziarah ke pusaranya.

Pemimpin Revolusi Islam juga menyinggung kehadiran keluarga syuhada perang dua belas hari dalam pertemuan tersebut, dan mengatakan bahwa pertemuan ini diadakan untuk menghormati, dan memuliakan, seluruh syuhada pertahanan dua belas hari beserta keluarga mereka, baik para komandan yang jihad dan kesyahidan, para ilmuwan yang penuh kemampuan, maupun syuhada lainnya. Beliau menegaskan bahwa nama seluruh syuhada ini akan abadi dalam sejarah, dan kita wajib memanfaatkan keberkahan dari nama-nama mulia tersebut.(PH)