Kilas Balik Kepemimpinan Global 2025
https://parstoday.ir/id/news/world-i183490-kilas_balik_kepemimpinan_global_2025
Pabrik dan industri Asia pada tahun 2025 mencatat pertumbuhan produksi dan ekspor yang signifikan, sehingga mampu melampaui Amerika Serikat dan Eropa dalam sektor industri dan teknologi.
(last modified 2026-01-11T09:54:06+00:00 )
Jan 03, 2026 17:19 Asia/Jakarta
  • Kilas Balik Kepemimpinan Global 2025

Pabrik dan industri Asia pada tahun 2025 mencatat pertumbuhan produksi dan ekspor yang signifikan, sehingga mampu melampaui Amerika Serikat dan Eropa dalam sektor industri dan teknologi.

Perpisahan dengan Kendaraan Berbahan Bakar Fosil; Mobil Listrik BYD Melampaui Tesla
Mengutip CGTN, produsen mobil listrik asal Tiongkok, BYD, berhasil menyalip Tesla sebagai produsen kendaraan listrik terbesar di dunia. Ini merupakan pertama kalinya BYD melampaui Tesla dari sisi penjualan tahunan. Pada 2025, BYD menjual sekitar 2,26 juta unit mobil listrik murni, sementara pengiriman Tesla turun sekitar 9 persen menjadi 1,64 juta unit.

Penjualan kendaraan listrik BYD tumbuh hampir 28 persen dan menjadi faktor utama peningkatan total penjualan perusahaan. Ekspansi internasional BYD, khususnya di Eropa serta Asia Tenggara dan Asia Barat, mendorong penjualan luar negeri perusahaan ini menembus satu juta unit pada 2025, meningkat sekitar 150 persen dibanding tahun sebelumnya.

Akhir Tahun yang Dingin bagi Industri Eropa, Kebangkitan Asia
Reuters melaporkan berdasarkan data Purchasing Managers’ Index (PMI) bahwa aktivitas industri Eropa pada akhir 2025 mengalami pendalaman resesi, terutama di ekonomi besar seperti Jerman, Italia, dan Spanyol, yang ditandai penurunan produksi dan melemahnya pesanan baru. Sebaliknya, pabrik-pabrik Asia—khususnya di Tiongkok, Korea Selatan, dan Taiwan—menunjukkan kinerja lebih kuat berkat peningkatan pesanan ekspor dan permintaan produk terkait kecerdasan buatan. Pertumbuhan ini mendorong peningkatan produksi, lapangan kerja, dan pembelian bahan baku, sekaligus menegaskan Asia sebagai motor utama pertumbuhan industri global.

Tanpa Dominasi Dolar, Amerika Serikat Tertinggal; Tiongkok Memimpin
Menurut laporan Asia Times (28 Desember 2025), meskipun Tiongkok masih berada di posisi kedua dunia berdasarkan GDP nominal, negara ini unggul dalam banyak indikator strategis. Produksi baja Tiongkok mencapai 12,7 kali Amerika Serikat, sementara produksi kapal dagang lebih dari 1.000 kali lipat. Ekspor barang dan teknologi maju masing-masing mencapai 73 persen dan 3,7 kali Amerika Serikat.

Infrastruktur transportasi Tiongkok mencakup 65 persen jalur kereta cepat dunia, 44 sistem metro dengan total lebih dari 10.000 kilometer, serta jaringan jalan raya lebih dari dua kali Amerika Serikat. Di sektor pendidikan tinggi, Tiongkok meluluskan sekitar 1,7 juta insinyur dan ahli ilmu komputer, atau 6,7 kali lebih banyak dibanding Amerika Serikat. Laporan tersebut menekankan bahwa Amerika Serikat unggul dalam GDP nominal berkat sektor jasa dan dominasi dolar, sementara dalam industri, perdagangan, teknologi, dan pendidikan terapan, Tiongkok secara nyata memimpin dunia.

Vietnam: Pusat Ekonomi Kunci Asia Tenggara (ASEAN) – 2025
Berdasarkan laporan The Nation Thailand (28 Desember 2025), Vietnam mencatat pertumbuhan GDP sekitar 7 persen dalam tiga kuartal pertama 2025, menjadikannya ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di ASEAN. Dengan populasi sekitar 106 juta jiwa, tingkat partisipasi tenaga kerja hampir 70 persen, biaya tenaga kerja dan listrik yang rendah, serta stabilitas politik, Vietnam menjadi tujuan menarik bagi investasi asing, khususnya di sektor teknologi dan semikonduktor.

Nilai FDI pada 2024 mencapai sekitar 38 miliar dolar AS dan sebagian besar dialokasikan ke industri teknologi. Struktur ekonomi Vietnam terdiri dari konsumsi domestik 60 persen, investasi 25 persen, belanja pemerintah 10 persen, dan perdagangan internasional 5 persen dari GDP. Proyek infrastruktur utama meliputi metro Ho Chi Minh City, Bandara Long Thanh, jaringan jalan tol, serta jalur kereta api utara–selatan.

Pemerintah Vietnam juga menargetkan pengembangan tenaga kerja terampil di bidang teknologi dan semikonduktor serta pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir. Dengan 17 perjanjian perdagangan bebas bersama lebih dari 60 negara dan fokus pada industri bernilai tambah tinggi, Vietnam semakin mengukuhkan posisinya sebagai pusat ekonomi ASEAN, meskipun persaingan regional dan potensi tarif Amerika Serikat tetap menjadi tantangan.(PH)