Mengapa Tiongkok Menuntut Penghormatan terhadap Kerja Sama Hukum Antarnegara?
https://parstoday.ir/id/news/world-i185542-mengapa_tiongkok_menuntut_penghormatan_terhadap_kerja_sama_hukum_antarnegara
Tiongkok menuntut penghormatan terhadap kerja sama yang sah dan legal di antara negara-negara, menyusul laporan tentang tekanan AS-Israel terhadap ekspor minyak Iran ke negara tersebut.
(last modified 2026-02-16T09:54:32+00:00 )
Feb 16, 2026 16:51 Asia/Jakarta
  • Mengapa Tiongkok Menuntut Penghormatan terhadap Kerja Sama Hukum Antarnegara?

Tiongkok menuntut penghormatan terhadap kerja sama yang sah dan legal di antara negara-negara, menyusul laporan tentang tekanan AS-Israel terhadap ekspor minyak Iran ke negara tersebut.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok, menanggapi laporan terbaru mengenai tekanan Amerika Serikat dan Israel terhadap ekspor minyak Iran ke Tiongkok, menyatakan bahwa kerja sama normal antarnegara dalam kerangka hukum internasional adalah sesuatu yang rasional dan sah, serta harus dihormati. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada hari Senin, 15 Februari, mengatakan bahwa kerja sama antarnegara yang dilakukan sesuai dengan peraturan internasional harus dilindungi dan dipatuhi.

Pernyataan ini muncul menyusul laporan media Amerika Axios yang mengabarkan kesepakatan antara Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri rezim Zionis Benjamin Netanyahu untuk mengkaji cara-cara membatasi ekspor minyak Iran ke Tiongkok. Menurut laporan tersebut, langkah ini bertujuan untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran.

Tiongkok merupakan salah satu negara konsumen minyak terpenting dan selama bertahun-tahun selalu berupaya menjaga diversifikasi pembelian minyak dari negara-negara produsen. Negara ini adalah pembeli utama minyak Iran bahkan selama tahun-tahun sanksi ilegal dan sepihak Amerika Serikat.

Sikap Tiongkok dalam menekankan perlunya menghormati kerja sama hukum antarnegara dan tidak mencampuri hubungan dagang antarnegara dapat dianalisis berdasarkan perkembangan politik, ekonomi, dan geopolitik terkini dalam tiga tingkat utama:

Pentingnya Ekonomi Hubungan Iran-Tiongkok: Hubungan minyak antara Iran dan Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir telah menjadi salah satu pilar penting perdagangan luar negeri Beijing. Berdasarkan laporan, sebagian besar ekspor minyak Iran (lebih dari 80 persen) ditujukan ke Tiongkok, dan hal ini sangat vital bagi perekonomian Iran. Di sisi lain, Beijing mendapatkan keuntungan signifikan dari impor minyak dengan diskon dan jangka panjang, serta menganggapnya sebagai bagian dari strategi menjamin keamanan energinya.

Hubungan ini tidak hanya terbentuk dalam kerangka jual beli minyak sederhana, tetapi juga merupakan bagian dari mekanisme perdagangan yang lebih besar dan barter keuangan kompleks yang dirancang untuk menghindari sanksi AS dan menjaga aliran pendapatan Iran. Sebagai imbalan atas pasokan minyak dari Teheran, Tiongkok secara efektif meningkatkan kerja sama ekonomi kedua belah pihak melampaui transaksi dagang jangka pendek melalui kelanjutan hubungan ekonomi dan perdagangan yang luas serta kerja sama dalam proyek-proyek infrastruktur di Iran.

Kepentingan Geopolitik dan Pencegahan Pengepungan Ekonomi oleh AS: Dalam beberapa tahun terakhir, Tiongkok telah berupaya memantapkan perannya sebagai kekuatan global yang independen dari pengaruh ekonomi dan politik Amerika Serikat. Sanksi dan tekanan yang diterapkan Washington bekerja sama dengan Tel Aviv terhadap Teheran, terutama di bidang minyak, adalah bagian dari kebijakan tekanan maksimum untuk melemahkan ekonomi Iran dan membendung pengaruh regionalnya. Dalam kerangka ini, tekanan terhadap ekspor minyak Iran ke Tiongkok dapat membawa tujuan yang lebih luas dari sekadar membatasi pendapatan Teheran, yaitu mengirimkan pesan kepada Beijing bahwa kelanjutan hubungan ekonomi dengan Teheran dapat menimbulkan biaya politik dan ekonomi.

Dari sudut pandang Beijing, tekanan semacam itu tidak hanya merupakan campur tangan dalam hubungan dagang antara dua negara, tetapi juga dapat melemahkan tatanan internasional yang mengatur perdagangan global dan kedaulatan negara. Dengan menekankan penghormatan terhadap "kerja sama hukum antarnegara," Tiongkok pada hakikatnya menuntut perlindungan hak-hak hukum pemerintah dalam menentukan mitra dagang mereka tanpa tekanan atau paksaan dari kekuatan lain.

Peran Tiongkok sebagai Mediator dan Aktor Penyeimbang di Asia Barat: Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir telah menyesuaikan kebijakan luar negerinya sedemikian rupa sehingga tidak hanya tampil sebagai mitra ekonomi Iran, tetapi juga memainkan peran penyeimbang di kawasan Asia Barat. Di satu sisi, Beijing memperluas hubungan strategisnya dengan negara-negara Arab kaya minyak, dan di sisi lain, memiliki kerja sama mendalam dengan Teheran. Mempertahankan keseimbangan ini mengharuskan Beijing untuk berpegang pada prinsip-prinsip hukum internasional dan menghormati kerja sama yang sah agar dapat mempertahankan kredibilitas diplomatiknya di tingkat global dan menghindari konflik regional.

Kepatuhan Tiongkok pada prinsip ini juga merupakan bagian dari pesan yang lebih luas yang bertujuan mencegah eskalasi ketegangan di kawasan dan menjamin stabilitas pasar energi global, karena setiap gangguan dalam perdagangan minyak dapat mempengaruhi harga dan pasokan energi dunia. Dengan kata lain, menjaga "aturan main" perdagangan tidak hanya menguntungkan Teheran atau Beijing, tetapi juga bermanfaat bagi stabilitas ekonomi dunia.

Secara umum, sikap Tiongkok dalam mengkritik upaya Amerika Serikat dan Israel untuk mencegah ekspor minyak Iran dapat dianggap sebagai hasil dari kombinasi kepentingan ekonomi langsung, kekhawatiran geopolitik terhadap tekanan AS-Israel, dan keinginan untuk mempertahankan tatanan internasional berbasis aturan yang ingin diperkuat Beijing sebagai pemain global.(PH)