Penyediaan Devisa untuk Produk Impor Kebutuhan Pokok
https://parstoday.ir/id/news/iran-i185600-penyediaan_devisa_untuk_produk_impor_kebutuhan_pokok
Pars Today - Dengan menyediakan dua pertiga dari devisa untuk barang-barang kebutuhan pokok dan lebih dari 3,1 miliar dolar AS dalam bentuk valuta perdagangan, proses dukungan terhadap mata pencaharian dan produksi di Iran semakin diperkuat.
(last modified 2026-02-17T13:09:57+00:00 )
Feb 17, 2026 20:07 Asia/Jakarta
  • penyediaan dua pertiga dari devisa untuk barang-barang kebutuhan pokok
    penyediaan dua pertiga dari devisa untuk barang-barang kebutuhan pokok

Pars Today - Dengan menyediakan dua pertiga dari devisa untuk barang-barang kebutuhan pokok dan lebih dari 3,1 miliar dolar AS dalam bentuk valuta perdagangan, proses dukungan terhadap mata pencaharian dan produksi di Iran semakin diperkuat.

Proses dukungan terhadap penghidupan masyarakat dan sektor produksi di Iran menunjukkan penguatan. Hal ini ditandai dengan terealisasinya sekitar dua per tiga dari alokasi valuta asing untuk barang-barang pokok, serta penyediaan lebih dari 3,1 miliar dolar valuta asing untuk keperluan komersial.

 

Menurut laporan Pars Today yang mengutip Kantor Berita Penyiaran Republik Islam Iran (IRIB), pertemuan kelima belas Kelompok Kerja "Penjaminan Ketahanan Pangan dan Peningkatan Penghidupan Masyarakat" telah digelar di Gedung Bank Sentral Iran. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Menteri Koperasi, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Sosial; Menteri Jalan Raya dan Pembangunan Perkotaan; perwakilan dari lembaga-lembaga eksekutif dan pengawas; serta para direktur utama Bank Melli, Bank Tejarat, Bank Industri dan Pertambangan, Bank Saderat, dan Bank Pertanian.

 

Dalam pertemuan ini diumumkan bahwa sejak tanggal 10 Dey hingga saat ini, valuta asing senilai 1,793 miliar dolar telah dialokasikan untuk impor lima komoditas pokok. Dari jumlah alokasi tersebut, realisasi pemenuhan valas mencapai 1,237 miliar dolar. Dengan demikian, sekitar dua per tiga dari kebutuhan valas untuk barang-barang pokok telah terpenuhi.

 

Berdasarkan laporan yang disampaikan, seiring dengan pemenuhan valas untuk barang-barang pokok, alokasi untuk impor komersial melalui Pusat Perdagangan Valas dan Emas Iran juga mencapai sekitar 7 miliar dolar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3,1 miliar dolar telah direalisasikan. Sumber daya valuta asing ini dialokasikan dengan prioritas untuk mendukung sektor produksi dan memenuhi kebutuhan penghidupan masyarakat.

 

Fokus pada Pembiayaan Produksi dan Pengendalian Likuiditas

 

Dalam pertemuan ini, para manajer jaringan perbankan menyampaikan laporan mengenai pembiayaan unit-unit produksi yang terdampak oleh kebijakan-kebijakan valuta asing baru. Berdasarkan laporan tersebut, lima bank pelaksana hingga saat ini telah merealisasikan sekitar 10 persen dari sumber daya yang diproyeksikan untuk mendukung unit-unit ini, dan proses penyaluran pembiayaan berlanjut dengan percepatan yang memadai. Selain itu, dalam rangka pengendalian kuantitatif neraca bank-bank dan pencegahan pertumbuhan likuiditas, hanya 20 persen dari pembiayaan yang disalurkan secara tunai, sementara sebagian besarnya diberikan dalam bentuk instrumen rantai pasok pembiayaan produksi.

 

Dari total valuta asing yang telah direalisasikan, sebesar 2,4 miliar dolar dialokasikan untuk sektor industri, dan 520 juta dolar digunakan untuk impor barang-barang pokok sektor pertanian, termasuk daging ayam, gula, dan daging. Selain itu, 100 juta dolar dialokasikan untuk pemenuhan kebutuhan sektor kesehatan dan pengobatan.

 

Dalam pertemuan ini, selain mengkaji proses pemenuhan valas untuk barang-barang pokok, juga dibahas mengenai status cadangan strategis komoditas-komoditas tersebut serta solusi untuk menangani pelanggaran yang dilakukan oleh beberapa toko terkait pendiskontoan subsidi masyarakat. Langkah ini diambil dalam rangka melindungi penghidupan rumah tangga dan memperkuat pengawasan terhadap jaringan distribusi. (MF)