Indonesia-Iran Berbagi Praktik Terbaik Pemberdayaan Ekonomi Perempuan
-
Delegasi bidang perempuan dari Indonesia dan Iran dalam pertemuan di Kota Semarang.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada Ahad lalu, menerima kunjungan delegasi Republik Islam Iran di Kota Semarang.
Kunjungan ini digelar untuk saling berbagi praktik terbaik antara kedua negara, khususnya tentang Pemberdayaan Ekonomi Perempuan melalui Model Industri Rumahan (IR) di Indonesia. Demikian dikutip dari laman kemenpppa.go.id.
“Saat ini, perempuan masih sering mengalami hambatan dalam mengembangkan potensi diri di berbagai sektor, termasuk di bidang ekonomi karena masih adanya diskriminasi dan ketidaksetaraan gender. Padahal, perempuan mewakili separuh dari pemangku kepentingan dunia dan kesetaraan gender dalam bidang ekonomi begitu penting dalam menciptakan kesejahteraan global yang adil bagi semua pihak,” ujar Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kemen PPPA, Agustina Erni dalam sambutannya.
Erni mengungkapkan bahwa saat ini pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) 70 persennya adalah perempuan. UMKM juga berkontribusi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
Selain memberikan kontribusi sebesar 56,5% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), UMKM juga menyerap 66,7% tenaga kerja. Angka tersebut membuktikan bahwa perempuan berpotensi besar dalam membangun ketahanan ekonomi negara.
“Sejak 2016, Kemen PPPA telah mengembangkan model Industri Rumahan (IR) dan melakukan pendampingan di lebih dari 3.000 IR di 21 Kabupaten/Kota sebagai daerah percontohan. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan di Indonesia. Tentunya kami juga lakukan evaluasi tingkat keberhasilan model IR di 21 wilayah tersebut. Apakah pelaku IR mengalami peningkatan baik dalam pendapatan keluarga, kesejahteraan keluarga dan peran dari pemerintah daerah itu sendiri,” tambah Erni.
Indonesia berhasil meningkatkan jumlah IR selama beberapa tahun terakhir, Jawa Tengah dipilih menjadi tuan rumah acara ini karena merupakan provinsi dengan predikat mentor dalam program IR. Wilayah yang berhasil menjadi model IR di Provinsi ini yaitu Kabupaten Kendal, Wonosobo dan Rembang.
Pada rangkaian acara hari ini, Staf Ahli Wakil Presiden Bidang Perempuan dan Keluarga Republik Islam Iran, Zahra Javaherian hadir memimpin delegasi Iran bersama tujuh orang delegasi lainnya.
Turut hadir pula Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kemen PPPA, Agustina Erni dan Kepala Biro Hukum Sekda Provinsi Jawa Tengah, Indrawasih.
Acara ditutup dengan dialog antara delegasi terkait praktik terbaik tentang pemberdayaan ekonomi perempuan di kedua negara, dari tingkat nasional dan provinsi, serta kemitraan dengan lembaga masyarakat dan asosiasi usaha perempuan. (RM)