Jumlah Kasus Covid-19 di Indonesia Naik Signifikan
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i79844-jumlah_kasus_covid_19_di_indonesia_naik_signifikan
Jumlah pasien positif terinfeksi Covid-19 di Indonesia terus melonjak. Pada Jumat (27/3) sudah menembus angka mencapai 1046 kasus. Dari jumlah itu, korban meninggal mencapai 87 orang, dan yang sembuh 46 orang.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Mar 27, 2020 11:43 Asia/Jakarta
  • Jumlah Kasus Covid-19 di Indonesia Naik Signifikan

Jumlah pasien positif terinfeksi Covid-19 di Indonesia terus melonjak. Pada Jumat (27/3) sudah menembus angka mencapai 1046 kasus. Dari jumlah itu, korban meninggal mencapai 87 orang, dan yang sembuh 46 orang.

"Ada penambahan kasus cukup signifikan ada 153 kasus baru yang kita dapatkan, sehingga total kasus menjadi 1046," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam keterangan persnya, di gedung BNPB, Jakarta, Jumat (27/3).

Media internasional menyoroti penanganan Covid-19 di Indonesia. The Guardian melaporkan perkiraan dari para ahli dari London School of Hygiene & Tropical Medicine yang menyebutkan kemungkinan saat ini Indonesia baru melaporkan sekitar dua persen kasus infeksi virus corona yang terjadi.

"Indonesia, negara dengan populasi keempat terbesar di dunia, lambat dalam melakukan tes corona. Hanya melakukan beberapa ratus sampel di awal bulan ini. Sementara banyak kasus mulai terdeteksi pada bulan Februari di hampir seluruh negara Asia Tenggara, Indonesia baru melaporkan kasus pertama pada 2 Maret," tulis Guardian Jumat (27/3/2020).

Sebelumnya, Pusat Pemodelan Matematika Penyakit Menular (CMMID) London, Inggris menyatakan jumlah kasus Covid-19 yang tidak terdeteksi di Indonesia sebenarnya bisa mencapai puluhan ribu hingga ratusan ribu kasus. Namun, kasus-kasus infeksi virus corona SARS-COV-2 ini tidak terdeteksi karena rendahnya tingkat pengetesan oleh pemerintah.

Berdasarkan pemodelan tersebut, satu kematian yang dikonfirmasi di suatu negara seperti Indonesia, sebenarnya bisa digunakan untuk menghitung beban kasus yang sebenarnya. Pemodelan ini mempermasalahkan soal tingginya persentase tingkat kematian Covid-19 di Indonesia. Mereka memperkirakan tingginya angka kematian ini disebabkan pemerintah kurang agresif melakukan pengetesan para terduga Covid-19.

Pekan lalu, Indonesia baru melaksanakan 1.727 tes. Jika dibandingkan dengan total penduduk, baru satu orang di tes dari 156 ribu orang. (PH)