Terpukul Covid-19, Kemiskinan di Indonesia Berpotensi Naik 12 Persen
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i81073-terpukul_covid_19_kemiskinan_di_indonesia_berpotensi_naik_12_persen
Tingkat kemiskinan Indonesia berpotensi kembali ke level 12 persen, kondisi yang mirip tahun 2011 silam.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
May 07, 2020 04:53 Asia/Jakarta
  • Penyebaran virus corona di Indonesia
    Penyebaran virus corona di Indonesia

Tingkat kemiskinan Indonesia berpotensi kembali ke level 12 persen, kondisi yang mirip tahun 2011 silam.

Media nasional Indonesia melaporkan, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani dalam rapat virtual dengan komisi XI DPR RI hari Rabu (6/5/2020) mengatakan pandemi virus corona yang berlangsung sekitar dua bulan terakhir memicu lonjakan tingkat kemiskinan. Menurutnya, Covid-19 juga memukul 40 persen sampai 50 persen masyarakat berpendapatan paling rendah.

Data sebelumnya menunjukkan angka kemiskinan Indonesia tercatat sebesar 9,22 persen atau 24,79 juta jiwa per September 2019 atau menurun 0,19 persen poin dari kondisi Maret 2019. Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan turun menjadi 6,56 persen dan menjadi 12,60 persen untuk daerah pedesaan.

Potensi lonjakan kemiskinan juga sejalan dengan peningkatan  pengangguran. Badan Pusat Statistik (BPS) baru-baru ini melaporkan data ketenagakerjaan terkini. Tingkat pengangguran berada di bawah 5 persen pada Februari 2020. Tapi, kondisi berubah drastis dengan banyaknya orang yang kehilangan pekerjaan atau usahanya terhenti seiring pembatasan sosial mulai Maret 2020. 

Situs Kata Data Rabu (6/5/2020) melansir pernyataan Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia yang memperkirakan jumlah pengangguran telah bertambah puluhan juta, jauh di atas data pemerintah yang hanya sebesar 2 hingga 3 juta orang. 

 

 

Wakil Ketua Kadin Bidang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Suryani Motik menyampaikan prediksi ini berpijak pada pada banyaknya hotel yang tutup hingga UMKM yang terpukul.

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah pernah menyinggung bahwa tambahan jumlah pengangguran pasti lebih besar dari data yang dimiliki kementeriannya. Masalahnya, banyak pekerja yang terkena PHK dan dirumahkan, tapi tidak teridentifikasi, atau laporannya berada di kementerian lain yakni Kementerian Koperasi dan UKM, serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Apabila ditotal, diperkirakan angka pekerja yang terkena PHK dan dirumahkan di sektor informal jauh lebih banyak ketimbang di sektor formal.

Berdasarkan data ketenagakerjaan pada Februari 2015-2020, jumlah angkatan kerja naik rata-rata 1,7 juta dalam setahun. Dengan asumsi tersebut, apabila pengangguran bertambah 10 juta orang saja dalam tahun ini sehingga menjadi 16,68 juta orang, sedangkan jumlah angkatan kerja bertambah 1,7 juta orang menjadi 139,6 juta orang. 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2011 menunjukkan jumlah penduduk miskin sebanyak 30,02 juta orang atau 12,49 persen dari total populasi Indonesia.(PH)