Potensi Peningkatan Karhutla di Lahan Sawah Baru Gambut
-
masalah asap akibat karhutla
Rencana pemerintah Indonesia membuka lahan gambut untuk mencetak sawah baru dikritik berbagai kalangan.
Presiden Indonesia Joko Widodo berencana mencetak ribuan hektare sawah baru di area gambut dengan pertimbangan mengantisipasi krisis pangan dan kekeringan.
Kementerian pertanian RI mengatakan saat ini sedang menyiapkan tambahan lahan baru seluas 400 ribu hektare di lahan gambut dan 200 ribu hektare di lahan kering. Nantinya lahan itu akan ditanami beragama tanaman, termasuk padi.
Kepala Tim Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Rusmadya Maharudin mengkritik rencana tersebut karena akan merusak ekosistem di lahan gambut. Padahal selama ini lahan gambut sangat penting untuk membantu pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
Menurutnya, langkah mencetak sawah baru di atas lahan gambut justru bakal mengganggu fokus pemerintah merestorasi gambut. Sebab untuk membangun sawah harus dibangun kanal-kanal yang bisa berpotensi membuat gambut kering.
Kritik senada disampaikan Center for Indonesia Policy Studies (CIPS) yang menilai pembangunan lahan sawah baru di lahan gambut bakal memakan waktu lama dan tak efektif.
Pengalaman dari proyek pengembangan lahan gambut satu juta hektare pada era Soeharto menunjukkan lahan gambut tidak cocok untuk menanam padi.
Selama ini Indonesia menghadapi masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera, terutama Riau dan Kalimantan. Hampir setiap tahun kasus karhutla selalu terjadi dan dampaknya semakin meluas hingga membahayakan kesehatan masyarakat. Dikhawatirkan, program pencetakan sawah baru di lahan gambut justru akan menambah masalah karhutla yang semakin pelik.(PH)