Indonesia Minta Cina Datangkan Warga Saksi Eksploitasi ABK WNI
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i83090-indonesia_minta_cina_datangkan_warga_saksi_eksploitasi_abk_wni
Pemerintah Indonesia meminta Cina untuk mendatangkan warganya yang akan menjadi saksi penyelidikan kasus dugaan eksploitasi anak buah kapal (ABK) Indonesia di kapal ikan milik Cina.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jul 11, 2020 05:14 Asia/Jakarta
  • Indonesia Minta Cina Datangkan Warga Saksi Eksploitasi ABK WNI

Pemerintah Indonesia meminta Cina untuk mendatangkan warganya yang akan menjadi saksi penyelidikan kasus dugaan eksploitasi anak buah kapal (ABK) Indonesia di kapal ikan milik Cina.

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan permintaan itu telah disampaikan kepada Kedutaan Besar China di Jakarta supaya diteruskan ke Beijing.

Selain mendatangkan saksi, Retno juga mengumumkan bahwa pemerintah Indonesia telah mengeluarkan akta kematian bagi ABK WNI yang meninggal di atas kapal. Akta kematian tersebut, penting menjadi syarat agar jaminan asuransi perusahaan bisa diterima oleh keluarga korban.

Dugaan eksploitasi terungkap pertama kali dari laporan media Korea Selatan, MBC. Stasiun televisi tersebut pertama kali menerima informasi dugaan eksploitasi dari laporan sejumlah WNI ABK yang bekerja di suatu kapal ikan berbendera China.

Dalam kesaksian kepada MBC, sejumlah WNI ABK mengaku diperlakukan dengan buruk di kapal ikan tersebut mulai dari bekerja hingga 18 30-jam, tidak diberi makanan layak, waktu istirahat yang minim, hingga pemberian upah yang tidak sesuai kontrak.

Sebanyak empat WNI ABK juga dikabarkan meninggal dunia di atas kapal karena sakit, salah satunya bernama Ari (24). Jasadnya dibuang begitu saja di tengah laut dengan upacara seadanya.

Para WNI ABK ini berhasil mengadu kepada media setelah turun dari kapal di Busan, Korea Selatan, bersama belasan rekannya yang lain.

Secara keseluruhan ada 46 WNI ABK yang bekerja di empat kapal ikan milik China yakni 15 orang di kapal Longxin 629, delapan orang di Longxin 605, 20 orang di Longxin 606, dan tiga orang di Kapal Tian Yu 8.(PH)