Pimpin DK PBB, Indonesia Usung Tiga Isu Besar
-
Menlu Indonesia, Retno Marsudi
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno P Marsudi melalui akun Instagramnya hari Sabtu (1/8) mengatakan, Indonesia akan terus berkontribusi bagi perdamaian dunia dengan posisi barunya sebagai Presidensi Dewan Keamanan PBB.
Indonesia resmi menduduki posisi Presidensi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mulai 1 hingga 31 Agustus mendatang, dan akan memimpin pengambilan keputusan terkait berbagai situasi yang mengancam keamanan dan perdamaian internasional.
Juru bicara Kemenlu Republik Indonesia, Teuku Faizasyah hari Sabtu mengatakan RI akan menyuarakan tema Memajukan Perdamaian (Advancing Sustainable Peace) dengan tiga pesan utama dalam Presidensi DK.
Pertama, untuk mewujudkan kesatuan suara di antara negara anggota DK dalam merespon situasi keamanan global.
Kedua, memajukan penguatan upaya membina perdamaian di tengah dan usai pandemi corona.
Ketiga, memajukan upaya Dewan Keamanan dalam merespon tantangan keamanan global terkini, termasuk isu siber dan terorisme. Selain itu, Indonesia juga memanfaatkan presidensi ini untuk mengeluarkan dua dokumen Dewan Keamanan terkait isu penanggulangan terorisme dan women peacekeepers.
Dengan posisi sebagai presidensi Dewan Keamanan PBB, Indonesia bisa terlibat aktif dalam penyelesaian sejumlah konflik dunia, terutama Palestina, Lebanon, Suriah, Yaman hingga Korea Utara. (PH)