Dinamika Asia Tenggara, 1 September 2020
Dinamika Asia Tenggara selama sepekan terakhir menyoroti sejumlah isu di antaranya masalah resesi yang akan dihadapi Indonesia bulan depan.
Selain itu, kementerian luar negeri Malaysia memanggil Dubes Filipina mengenai klaim Sabah, Malaysia akan mengratiskan vaksin Covid-19, dan milisi Abu Sayyaf terlibat dalam ledakan di Filipina.
Bulan Depan, Indonesia Masuki Resesi Ekonomi
Indonesia akan memasuki fase resesi ekonomi bulan depan. Masalah ini disampaikan Menkopolhukam RI, Mahfud MD hari Sabtu (29/8/2020). Meskipun demikian, resesi itu tidak akan membuat Indonesia mengalami krisis ekonomi.
Mahfud mengatakan, imbauan Pemerintah untuk hidup normal kembali dengan menyadari Covid-19 kurang efektif, karena saat ini masih banyak masyarakat yang tidak mengenakan masker, berkerumun seakan-akan tidak terjadi apa-apa. Padahal virus Corona ini sangat nyata sebagai musuh atau dapat membahayakan kehidupan sehari-hari.
"Sementara kehidupan ekonomi turun terus. Bulan depan hampir dapat dipastikan 99,9 persen akan terjadi resesi ekonomi di Indonesia," kata Mahfud dilansir Detik Minggu (30/8/2020).
Pernyataan senada disampaikan Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati dalam paparannya mengenai kondisi kinerja APBN hingga akhir Juli 2020. Fiskal negara belum memberikan tanda-tanda yang bisa membuat ekonomi nasional melaju hingga akhir tahun ini.Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini bahkan menyebut ekonomi nasional berpotensi minus di sepanjang tahun 2020. Jika demikian, maka Indonesia resmi resesi.
Pada kuartal I-2020, perekonomian Indonesia tumbuh di level 2,97% dan di kuartal II-2020 terkontraksi minus 5,32% akibat pandemi Corona. Sementara untuk kuartal III-2020, dia mengungkapkan outlook pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2020 berada di kisaran 0% hingga minus 2%. Hal tersebut menyusul belum terjadinya pembalikan ekonomi nasional yang solid.
Kemenlu Malaysia Panggil Dubes Filipina Soal Klaim Sabah
Kementerian Luar Negeri Malaysia akan memanggil Duta Besar Filipina untuk Malaysia terkait isu klaim Filipina terhadap Negara Bagian Sabah sebagai bagian dari negara tersebut.
"Setiap kali ada pernyataan terkait isu tuntutan atas Sabah timbul, Kementerian Luar Negeri mengambil tindakan segera bagi menolak pernyataan-pernyataan tersebut," ujar Wakil Menteri Luar Negeri Malaysia, Dato’ Kamarudin Jaffar di Parlemen Malaysia, Kuala Lumpur, Kamis, saat menjawab pertanyaan anggota parlemen.
Anggota Parlemen Kawasan Bandar Tun Razak ini mengatakan pihaknya juga mengeluarkan pernyataan pers atau memanggil Duta Besar Filipina ke Kementerian Luar Negeri.
"Tindakan-tindakan demikian adalah bertujuan menegaskan pendirian Malaysia terhadap status Negeri Sabah," katanya.
Dia mengatakan isu Sabah disampaikan Komisi Luar Negeri Dewan Perwakilan Filipina yang mengadakan proses untuk mewujudkan RUU mengganti atau membatalkan Akta Republik (Republic Act) No. 8239 yang juga dikenal sebagai Akta Pasport Filipina 1996.
Usulan tersebut telah diluluskan di komisi tersebut meliputi perkara-perkara berhubungan tujuan Undang-Undang Paspor Filipina, pendirian pusat pemprosesan paspor di wilayah Filipina, penetapan tempo sah paspor dan sebagainya.
"Salah seorang anggota komisi Rufus B. Rodriguez telah membuat usulan memasukkan kawasan maritim yang dituntut oleh Flipina di Laut Cina Selatan dan juga wilayah Sabah ke dalam peta Filipina dengan tujuan peta baru tersebut dimasukkan dalam paspor Filipina," katanya.
Kementerian Luar Negeri amat menghargai sentimen dan dukungan terhadap pendirian Malaysia sebagaimana disampaikan anggota parlemen.
"Saya ingin menekankan bahwa pemerintah amat prihatin dan senantiasa mengambil serius berkenaan isu ini. Pemerintah tidak akan sekali-kali berkompromi dalam mempertahankan kedaulatan dan keutuhan Malaysia," katanya.
Malaysia akan Gratiskan Vaksin Covid-19
Pemerintah Malaysia berencana menggratiskan vaksin Covid-19 untuk semua warganya.
Channel News Asia melaporkan, Kementerian Sains, Teknologi, dan Inovasi Malaysia akan merekomendasikan kabinet untuk mempertimbangkan hal tersebut.
"Kabinet belum memutuskan, tapi, rekomendasi saya adalah vaksin Covid-19 harus diberikan kepada semua warga Malaysia secara gratis," ujar Menteri Sains, teknologi dan Inovasi Malaysia, Khairy Jamaluddin dalam konferensi pers beberapa hari lalu.
Saat ini Malaysia tengah dalam pembicaraan dengan Cina terkait vaksin.
Pembicaraan membahas potensi nota kesepahaman untuk memastikan akses vaksin COVID-19 saat sudah terbukti aman digunakan.
Selain Cina, Malaysia juga sedang mencari produsen vaksin lainnya.
Khairy mengatakan kementeriannya telah ditugaskan oleh Perdana Menteri Muhyiddin Yassin untuk bernegosiasi langsung dengan produsen vaksin sehingga Malaysia dapat membelinya dengan harga terbaik.
Milisi Abu Sayyaf Terlibat dalam Ledakan di Filipina
Kelompok milisi Abu Sayyaf yang berafiliasi dengan kelompok Takfiri Daesh (ISIS) memainkan peran utama dalam aksi ledakan yang terjadi di selatan Filipina.
Menurut laporan Manila News, militer Filipina Selasa (25/8/2020) menyatakan, ledakan dahsyat di Jolo Provinsi Sulu selatan negara ini diorganisir oleh milisi Abu Sayyaf.
Akibat ledakan yang terjadi Senin (24/8/2020) siang di Provinsi Sulu, selatan Filipina, sedikitnya sembilan orang terbunuh dan 17 lainnya luka-luka.
Masih menurut sumber ini, mengingat bertambahnya jumlah korban terluka, jumlah korban yang meninggal akan meningkat.
Salah satu ledakan terjadi di dekat gereja dan lainnya di dekat pusat perbelanjaan di kota Jolo. Selain menimbulkan korban jiwa, insiden ini juga menimbulkan korban materi yang cukup besar.
Kelompok teroris Abu Sayyaf sampai saat ini banyak melakukan kejahatan di selatan Filipina.
Provinsi Sulu merupakan bagian dari Mindanao dengan ibukota Jolo serta memiliki populasi sekitar 850 ribu orang.