Kebangkitan JCPOA tergantung Keputusan AS dan Eropa
https://parstoday.ir/id/news/iran-i100350-kebangkitan_jcpoa_tergantung_keputusan_as_dan_eropa
Wakil tetap Republik Islam Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Majid Takht-Ravanchi mengatakan, kini giliran Amerika Serikat dan tiga negara Eropa mengambil keputusan sulit untuk kembali ke komitmen penuh JCPOA.
(last modified 2026-02-12T14:32:04+00:00 )
Jul 02, 2021 12:04 Asia/Jakarta

Wakil tetap Republik Islam Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Majid Takht-Ravanchi mengatakan, kini giliran Amerika Serikat dan tiga negara Eropa mengambil keputusan sulit untuk kembali ke komitmen penuh JCPOA.

Majid Takht-Ravanchi di sidang Dewan Keamanan PBB membahas laporan sekjen PBB terkait JCPOA dan implementasi Resolusi Dewan no 2231 menjelaskan, Iran baik di saat perundingan JCPOA, atau pun ketika penandatanganan dan pelaksanaannya, telah membuktikan kejujurannya secara penuh.

Ketika Joe Biden berkuasa di Amerika, keputusan untuk kembali ke JCPOA diambil dan kemudian digelar perundingan Wina untuk tujuan ini. Sampai saat ini telah digelar enam babak perundingan Wina terkait pemulihan kembali JCPOA, tapi Amerika sampai saat ini belum mampu mengambil keputusan politik dan sulitnya untuk kembali ke perjanjian nuklir.

Majid Takht-Ravanchi

Mengingat ketidakpatuhan AS dan Eropa terhadap JCPOA, kini untuk menghidupkan kembali perjanjian ini, Republik Islam Iran sangat mementingkan jaminan yang cukup. Mengingat pengalaman keluarnya Amerika dari JCPOA, Iran menganggap dirinya berhak untuk mendapatkan jaminan sehingga peristiwa seperti ini tidak akan mudah terulang kembali.

Sekaitan dengan ini, Mahmoud Vaezi, ketua Kantor Presiden Iran kepada Iran Press mengatakan, Iran tidak menerima menjadi anggota sebuah perjanjian dan setiap saat merasa akan terjadi sesuatu, dan oleh karena itu, sangat penting ada jaminan oleh pemerintah AS untuk tidak kembali keluar dari JCPOA.

Perilaku pemerintah Biden sampai saat ini tidak ada bedanya dengan pemerintahan Trump sebelumnya, dan masih ada ketidakpercayaan terhadap Washington untuk kembali secara penuh terhadap komitmennya di JCPOA. Terkait seluruh isu untuk kembalinya berbagai pihak ke komitmen JCPOA, telah dibicarakan di Wina dan kini yang tinggal hanyalah giliran pengambilan keputusan politik dan sulit Amerika dan tiga negara Eropa.

Selain menghendaki jaminan dari Amerika, Iran juga memiliki kekhawatiran penting lain seperti verifikasi pencabutan seluruh sanksi oleh Washington. Menurut pandangan Iran, verifikasi komitmen pihak seberang sangat penting dan di langkah pertama, pihak seberang harus menjalankan komitmennya dan kemudian setelah diverifikasi dan Iran yakin mendapat keuntungan ekonomi dari perjanjian nuklir, maka Tehran akan kembali ke komitmen penuhnya.

Sikap yang ditunjukkan petinggi Amerika dalam beberapa hari terakhir meningkatkan sensitivitas Iran untuk lebih memperhatikan dua isu penting, yakni pemberian jaminan dan verifikasi. Selama kepentingan nasional Iran tidak dijamin dengan benar, maka Tehran tidak akan mudah menandatangani pemulihan kembali JCPOA.

Sekaitan dengan ini, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova mengatakan, Amerika sampai saat ini belum mengambil langkah praktis untuk mengubah kebijakannya di periode sebelumnya terhadap Iran dan pemulihan kembali JCPOA. (MF)