Menlu Iran: AS, Pelanggar Utama Perjanjian Nuklir
-
Hossein Amir-Abdollahian.
Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian menyebut Amerika Serikat sebagai pelanggar utama perjanjian nuklir JCPOA.
Hal itu disampaikan menlu Iran dalam pertemuan dengan semua duta besar dan perwakilan asing yang bermukim di Tehran pada Senin (6/9/2021) sore.
"Iran menyambut negosiasi yang menjamin hak-hak dan kepentingan bangsa besar Iran. Kami percaya pada perundingan yang bijak yang menjamin hak-hak Iran dan kami aktif di jalur ini," tegasnya seperti dilaporkan IRIB.
Dia menambahkan, kami menganggap perundingan tanpa hasil tidak berguna bagi bangsa Iran.
"Troika Eropa (Inggris, Prancis, dan Jerman) juga harus meninggalkan kebijakan pasifnya dan tidak menunda-nunda dalam pelaksanaan JCPOA," imbuhnya.
Pada kesempatan itu, Amir-Abdollahian juga menyoroti perkembangan di Afghanistan. Ia menekankan perlunya membentuk pemerintahan yang komprehensif dengan melibatkan semua kelompok etnis di Afghanistan.
Menlu Iran mengaku khawatir atas perkembangan di negara tersebut, termasuk pertumbuhan terorisme dan perdagangan narkotika.
"Pengiriman bantuan kemanusiaan merupakan salah satu prioritas kami. Meskipun situasi sedang sulit, kami membiarkan jalur penyeberangan perbatasan tetap terbuka untuk pengiriman bantuan dan kegiatan perdagangan," tambahnya.
Berbicara tentang hubungan Iran dengan negara-negara Arab di kawasan, Amir-Abdollahian menuturkan, kami memandang dialog dengan negara-negara regional sebagai sebuah prinsip.
"Kami menganggap pembicaraan intra-regional sebagai jalan keluar yang tepat dari situasi saat ini di kawasan," tegasnya. (RM)