74 Warga Negara AS Terlibat Pembunuhan Syahid Soleimani
-
Hujjatul Islam Mohammad Jafar Montazeri.
Iran menyatakan 127 orang terlibat dalam pembunuhan Letnan Jenderal Qasem Soleimani dan rekan-rekannya. Dari jumlah tersebut, 74 orang adalah warga negara Amerika Serikat.
"Proses pengusutan kasus pembunuhan pengecut ini dimulai pada 4 Januari 2020 atau sehari setelah Letjen Soleimani dan rekan-rekannya gugur syahid," kata Jaksa Agung Iran Mohammad Jafar Montazeri dalam rapat dengan Dewan Tinggi Mahkamah Agung.
"Berkas dakwaan siap dilimpahkan ke pengadilan," tambahnya seperti dikutip laman Farsnews, Senin (3/1/2022).
Montazeri menuturkan bahwa ia telah melakukan beberapa pertemuan dengan para pejabat Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Intelijen Iran waktu itu, beberapa hari setelah pembunuhan Syahid Soleimani.
"Iran dan Irak juga melakukan kerja sama yudisial secara besar-besaran sejak tahun lalu, dan kerja sama ini masih berjalan dengan cara yang dapat diterima," sambungnya.
Letjen Soleimani dan Wakil Ketua Hashd al-Shaabi Irak Abu Mahdi al-Muhandis, bersama dengan delapan pengawal mereka, gugur syahid dalam serangan udara pasukan teroris AS di dekat Bandara Internasional Baghdad pada 3 Januari 2020. Serangan teror ini dilakukan atas perintah langsung Presiden Donald Trump.
Pada 8 Januari 2020, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menembakkan beberapa rudal ke pangkalan Amerika, Ain al-Assad di Provinsi al-Anbar, Irak.
Departemen Pertahanan AS mengumumkan dalam beberapa tahap bahwa 110 tentara Amerika di pangkalan Ain al-Assad telah menderita gegar otak akibat serangan rudal Iran dan sedang dirawat. (RM)