Erdogan: Tidak Ada Ruang untuk Separatisme di Kawasan
-
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan
Presiden Turki seraya menekankan dilanjutkannya kerja sama negara-negara penjamin negosiasi Astana mengatakan, di masa mendatang kawasan kami tidak memiliki ruang bagi separatisme dan teroris.
KTT Ketujuh negara-negara penjamin perundingan Astana digelar hari Selasa (19/7/2022) dengan tuan rumah Tehran dan dihadiri tiga pemimpin negara Iran, Rusia dan Turki.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Senin (18/7/2022) malam dan Presiden Rusia Vladimir Putin Selasa (19/7/2022) sore tiba di Tehran untuk menghadiri pertemuan ini.
Perundingan Astana dimulai sejak Januari 2017 atas prakarsa Iran dan kerja sama Rusia dan Turki untuk menerapkan perdamaian di Suriah. Iran, Turki dan Rusia sebagai negara-negara penjamin Perundingan Astana, berusaha untuk menyelesaikan krisis Suriah.
Menurut laporan IRNA, Recep Tayyip Erdogan Selasa (19/7/2022) malam di pertemuan para pemimpin negara penjamin perundingan Astana di Tehran menambahkan, sebagai negara penjamin perundingan Astana, kita harus meningkatkan kerja sama dan meraih tujuan utama kami dengan melanjutkan kerja sama.
Lebih lanjut ia menambahkan, ancaman terpenting bagi keamanan Suriah adalah teror, dan perlawanan terhadap YPG dan PKK serta seluruh kelompok teroris harus dilanjutkan, karena mereka aktif melancarkan kegiatan separatisnya di Irak.
Seraya menjelaskan bahwa Turki akan melanjutkan perlawanan terhadap teroris yang tanganya berlumuran darah rakyat, Erdogan menekankan, "Saya berhadap krisis Suriah berakhir dan kita dapat saling berkonsultasi di bidang ini."
Presiden Turki juga menjelaskan bahwa upaya memenuhi kebutuhan kemanusiaan di Suriah harus dilanjutkan mengingatkan, ini adalah kekahawatiran kita semua dan pengungsi Suriah harus kembali ke negaranya dengan hormat dan aman.
Ia menyebut ini sebagai agenda utama perundingan Astana dan menambahkan, saya berharap keputusan yang saat ini diambil akan membantu penyelesaian krisis Suriah dan memajukan perundingan Astana. (MF)