Presiden Iran dan Cina Bahas Pengembangan Kerja Sama Strategis
Presiden Iran dan Cina menekankan penguatan kerja sama bilateral di berbagai bidang, terutama ekonomi.
Presiden Iran, Ayatullah Sayid Ebrahim Raisi dalam percakapan telepon dengan Presiden Republik Rakyat Cina Xi Jinping pada Jumat (29/7/2022) malam menilai campur tangan AS dalam urusan internal negara lain sebagai kelanjutan dari kebijakan destruktif unilateralisme, yang kini telah menjadi ancaman bagi perdamaian dan keamanan dunia.
Presiden Republik Islam Iran memandang penghormatan terhadap kedaulatan nasional dan menjaga keutuhan wilayah negara-negara sebagai prinsip dasar kebijakan luar negeri Republik Islam Iran.
Raisi meyakini dukungan Tehran terhadap kebijakan Satu Cina menjadi kebijakan definitif dan prinsip Republik Islam Iran.
Presiden Iran mengatakan, "Pendekatan Republik Islam Iran ini telah memberikan dasar yang diperlukan untuk keamanan kolektif pembangunan di Asia Barat dan bisa menjadi model untuk memperkuat kepercayaan politik dan pembangunan ekonomi kawasan,".
Dalam kerangka ini, Raisi menekankan upaya Iran untuk menyediakan keamanan maritim dan transfer energi.
Presiden Iran juga melanjutkan dengan meninjau kembali negosiasi untuk mencabut sanksi, dan menekankan perlunya pihak Amerika membuat keputusan politik sebagai pelanggar perjanjian JCPOA dan tindakan untuk membatalkan sanksi ilegal terhadap Iran dan pihak ketiga.
Ayatullah Raisi menyambut baik perkembangan kerja sama ekonomi multilateral dalam konteks pengaturan regional dan ekstra-regional seperti Shanghai Cooperation Organization (SCO) dan BRICS.
Raisi dan Xi Jinping juga menyepakati strategi dan percepatan pembangunan dalam proses implementasi rencana kerja sama komprehensif 25 tahun dengan mengusulkan inisiatif pengembangan kerja sama dan menyatakan kepuasan atas perkembangan hubungan dan lompatan pertukaran komersial antara kedua negara di masa lalu.
Sementara itu, Presiden Cina Xi Jinping mengapresiasi kerja sama Iran dan Cina di kancah internasional dan saling mendukung kedua negara untuk posisi masing-masing di kancah regional dan internasional dalam dialog kedua pihak.
Mengenai kerja sama strategis Iran-Cina, Xi Jinping mengatakan, "Dokumen kerja sama komprehensif 25 tahun antara kedua negara telah mengambil langkah besar ke arah ini. Atas dasar ini, saya telah mengeluarkan keputusan yang diperlukan untuk pengembangan hubungan strategis menyeluruh dengan Iran, termasuk di bidang ekonomi,".(PH)