Menlu Iran Sesalkan Situasi di Bahrain
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran menggambarkan kondisi Bahrain sebagai "sangat disesalkan. "
Mohamad Javad Zarif mengungkapkan hal dalam jumpa pers bersama dengan Bert Koenders, mitranya dari Belanda di Den Haag, Kamis (23/6/2016).
Ia mengatakan, jalan protes damai untuk warga Bahrain telah tertutup dan situasi ini sangat disayangkan.
Zarif menjelaskan, karena tekanan-tekanan asing, di mana sejak masukanya Arab Saudi ke Bahrain, jalan protes damai untuk rakyat negara ini tertutup, dan Iran meyakini bahwa situasi ini sangat berbahaya dan memerlukan perhatian khusus dari masyarakat internasional.
Terkait dengan referndum keanggotaan Inggris di Uni Eropa, Menlu Iran menuturkan, keputusan apakah Inggris tetap menjadi anggota Uni Eropa atau keluar dari organisasi ini sepenuhnya berada di tangan rakyat negara itu dan pihak-pihak lain tidak boleh memutuskannya.
Zarif menilai hubungan antara Iran dan Belanda sebagai hubungan yang hangat dan mendalam.
"Terdapat banyak peluang bagi kedua negara untuk menjalin kerjasama di berbagai sektor, dan (peluang-peluang) ini harus dimanfaatkan, " pungkasnya. (RA)