Iran Aktualita, 19 Februari 2023
https://parstoday.ir/id/news/iran-i140090-iran_aktualita_19_februari_2023
Perkembangan di Iran pekan lalu diwarnai sejumlah isu penting di antaranya; Rahbar: Alasan Iranphobia adalah Dukungan Iran terhadap Palestina.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Feb 19, 2023 16:02 Asia/Jakarta
  • Rahbar Ayatullah Khamenei
    Rahbar Ayatullah Khamenei

Perkembangan di Iran pekan lalu diwarnai sejumlah isu penting di antaranya; Rahbar: Alasan Iranphobia adalah Dukungan Iran terhadap Palestina.

Selain itu, ada isu lainnya seperti;

  • Raisi: Bangsa Iran Gagalkan Plot Dominator dengan Perjuangan Heroiknya
  • Jawab Klaim Koran Inggris, Kedubes Iran: IRGC Tumpas Terorisme di Kawasan
  • Menlu Iran ke AS: Jangan Menyalahkan Orang Lain !
  • Menteri Intelijen Iran: Strategi Iran, Rusia dan Cina Buat Takut Musuh
  • Raisi: Kebijakan Luar Negeri Iran Didasarkan pada Konvergensi Ekonomi Asia
  • Raisi: Iran dan Cina Sahabat di Masa-Masa Sulit
  • Presiden Iran: 20 MoU akan Ditandatangani dengan Cina
  • Sayyari: Rudal Bavar 373 Iran Setara dengan S-400 Rusia
  • Militer Iran Bangun Rumah Sakit Darurat di Lokasi Gempa Turki

Rahbar: Alasan Iranphobia adalah Dukungan Iran terhadap Palestina

Rahbar, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei mengatakan, Republik Islam Iran tidak mempertimbangkan siapa pun dan selain mendukung serta membela bangsa Palestina, juga akan terus melanjutkan bantuannya kepada mereka dengan berbagai cara.

Ayatullah Khamenei Sabtu (18/2/2023) saat bertemu dengan pejabat negara, perwakilan dan dubes negara-negara Islam serta peserta Musabaqah Tilawatil Qur'an Internasional bertepatan dengan Hari Raya Mab'ats, seraya mengisyaratkan sikap nyata Republik Islam Iran dalam mendukung rakyat tertindas Palestina mengatakan, "Sangat disayangkan, pemerintah yang wajib membantu bangsa Palestina sendiri setuju dengan Iranofobia musuh Islam."

Image Caption

Ayatullah Khamenei menyebut isu Palestina termasuk kelemahan dan luka penting umat Islam dan mengatakan, sebuah bangsa dan negara di depan mata para pemirsa dunia Islam telah mengalami penindasan tanpa henti dan rezim yang brutal, jahat dan sadis setiap hari, dan negara-negara Islam dengan segala kekayaan, kapasitas dan kemampuan ini hanya memandang, dan bahkan beberapa negara tersebut, terutama belakangan ini, mereka mengiringi rezim haus darah ini.

"Situasi sampai pada tahap di mana Amerika Serikat, Prancis dan sejumlah negara lain, dengan klaim menyelesaikan kesulitan dan kendala Muslimin, menganggap dirinya berhak untuk ikut campur di dunia Islam, sementara mereka sendiri tidak mampu menyelesaikan kesulitan dan mengelola negaranya sendiri," ujar Ayatullah Khamenei.

Ayatullah Khamenei menegaskan, jika sejak hari pertama pemerintah Islam mendengarkan nasihat baik termasuk ulama besar Najaf, dan melawan dengan tegas rezim penjajah, maka hari ini pastinya kondisi kawasan Asia Barat akan berbeda, dan umat Islam semakin bersatu serta kian kuat dari berbagai sisi.

Rahbar menyebut kembali ke ajaran bi'tsah, persatuan dan solidaritas umat Muslim serta bekerja sama sejati, bukan hanya vitrual  di antara pemerintah Islam sebagai solusi seluruh kesulitan umat Islam.

Ayatullah Khamenei juga menyayangkan dan merasa sedih atas bencana besar gempa bumi terbaru di Turki dan Suriah yang menimbulkan korban besar, menambahkan, urgensi isu politik seperti Palestina dan intervensi Amerika harus menjadi perhatian umat Islam dalam situasi apapun.

Raisi: Bangsa Iran Gagalkan Plot Dominator dengan Perjuangan Heroiknya

Presiden Republik Islam Iran, Sayid Ebrahim Raisi mengatakan, bangsa Iran melalui perjuangan heroiknya berhasil menggagalkan berbagai plot dominator.

Sayid Ebrahim Raisi di awal pertemuan pejabat negara, perwakilan dan para dubes negara Islam dan tamu serta peserta Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Internasional dengan Rahbar bertepatan dengan peringatan Hari Raya Mab'ats, mengapresiasi epik terbaru rakyat Iran di pawai peringatan kemenangan Revolusi Islam.

Presiden Raisi

Presiden Iran seraya menjelaskan bahwa setelah kemenangan Revolusi Islam, musuh seperti periode awal Islam, melawan bangsa Iran dengan perang, ekonomi, politik dan propaganda, menyinggung perhitungan keliru musuh terkait bangsa Iran termasuk peristiwa musim gugur lalu.

Presiden Raisi mengatakan, Barat sejak kemarin mengklaim ingin meraih kesepakatan, tapi ketika terpaksa menerima tuntutan legal bangsa Iran, mereka meninggalkan meja perundingan seiring dengan meletusnya kerusuhan.

Seraya menjelaskan bahwa pemerintah akan memenuhi kepentingan bangsa dengan kehadiran yang bermartabat dan konstruktif di forum internasional, Presiden Raisi menilai epik rakyat Iran baru-baru ini dalam pawai peringatan 44 tahun kemenangan Revolusi Islam sebagai tanggung jawab ganda bagi semua yang terlibat dalam masalah negara.

Bertepatan dengan peringatan Hari Raya Mab'ats Rasulullah Saw, sejumlah pejabat negara, perwakilan dan dubes negara-negara Islam serta peserta Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Internasional bertemu dengan Rahbar.

Hari ini Sabtu 27 Rajab 1444 H bertepatan dengan 18 Februari 2023 adalah Hari Raya Mab'ats atau pengutusan Nabi Muhammad Saw sebagai nabi terakhir.

Jawab Klaim Koran Inggris, Kedubes Iran: IRGC Tumpas Terorisme di Kawasan

Kedutaan Besar Iran di London, merespon klaim tak berdasar surat kabar Inggris, Daily Telegraph dan mengatakan bahwa Korps Garda Revolusi Islam Iran, IRGC adalah pejuang utama yang memerangi terorisme di seluruh kawasan.

Kedubes Iran di London, Jumat (17/2/2023) menanggapi laporan yang dimuat surat kabar Daily Telegraph tanggal 12 Februari lalu dengan judul "Kelompok-kelompok teror Iran, bahaya nyata dan langsung bagi Inggris", yang melemparkan tuduhan tak berdasar terhadap IRGC.

Menurut Kedubes Iran di London, laporan surat kabar Inggris, Daily Telegraph penuh dengan tuduhan-tuduhan tak benar, tak berdasar, dan fiktif, terhadap Republik Islam Iran.

"IRGC adalah satu-satunya institusi yang memerangi terorisme di kawasan, itu dilakukan pada kondisi ketika bahaya sudah sangat dekat dengan Eropa, dan tidak ada seorang pun yang berani melawan terorisme," kata Kedubes Iran.

Ditambahkannya, "Iran percaya, Hizbullah Lebanon, dan Hamas di Palestina berperang melawan Rezim Apartheid Israel untuk merebut kembali tanahnya yang diduduki, selain itu mereka sangat disukai, dan diterima masyarakat di negara mereka sendiri sebagai partai politik."

Pada saat yang sama Kedubes Iran di London menegaskan bahwa program nuklir Iran yang berada di bawah pengawasan ketat Badan Energi Atom Internasional, IAEA, adalah program damai.

Lebih dari itu, kesepakatan nuklir JCPOA yang ditandatangani Kelompok 5+1, dan masih hidup sampai sekarang, juga menegaskan bahwa program nuklir Iran adalah damai.

Kedubes Iran di London, menegaskan bahwa Republik Islam Iran adalah satu-satunya penandatangan JCPOA yang patuh pada komitmen, dan isi kesepakatan sampai sekarang.

Menlu Iran ke AS: Jangan Menyalahkan Orang Lain !

Menteri Luar Negeri Iran menyarankan para pejabat Amerika Serikat untuk menghentikan permainan Iranfobia, dan menurutnya rekayasa berita tentang Pemimpin Al Qaeda, serta hubungannya dengan Iran, menggelikan.

Hossein Amir Abdollahian, Kamis (16/2/2023) menanggapi klaim tak berdasar Jubir Deplu AS, Ned Price tentang kehadiran Pemimpin baru Al Qaeda, Saif Al Adel, di Iran.

Menlu Hossein Amir-Abdollahian

"Saya sarankan para pejabat AS untuk tidak menyalahkan pihak lain. AS sendiri yang melahirkan Al Qaeda dan Daesh, oleh karena itu ia adalah pihak yang bertanggung jawab, dan penyebab tumbuhnya terorisme di dunia," kata Abdollahian.

Sebelumnya Jubir Deplu AS Ned Price mengklaim kehadiran Pemimpin Al Qaeda di Iran, namun statemen itu segera dibantah oleh Kantor Perwakilan Iran di PBB.

 "Informasi tentang keberadaan Pemimpin baru Al Qaeda di Iran adalah tidak benar. Informasi salah, dan keliru ini dapat menjadi potensi hambatan dalam upaya memerangi terorisme," kata Kantor Perwakilan Iran di PBB.

Menteri Intelijen Iran: Strategi Iran, Rusia dan Cina Buat Takut Musuh

Menteri Intelijen Iran mengomentari lawatan Presiden Iran ke Cina dan mengatakan, kebijakan "melihat ke Timur", dan partisipasi aktif serta strategis Iran dengan negara-negara tetangga, Cina dan Rusia, telah membuat musuh ketakutan.

Hujatulislam Sayid Esmail Khatib, Kamis (16/2/2023) dalam seminar bertema "Perempuan, Kesucian dan Keamanan" di Tehran menyinggung konspirasi-konspirasi musuh terhadap Iran.

"Musuh harus tahu, seluruh upaya yang dilakukannya untuk memukul negara ini, tidak akan mendapatkan hasil apa pun, dan setiap hari akan terus merasakan kekalahan serta keputusasaan dari bangsa ini," katanya.

Pada saat yang sama Menteri Intelijen Iran menyoroti kedudukan perempuan Iran, yang terlibat aktif di berbagai arena di negara ini.

Ia menegaskan, "Musuh berusaha menunjukkan permusuhannya dengan menghapus nama Iran dari Komite tentang Status Perempuan, PBB, akan tetapi perempuan Iran membuktikan dengan kerja keras bahwa mereka melindungi negara, dan akan terus membelanya."

Esmail Khatib menjelaskan, "Musuh terus aktif melawan agama, dan Islam melalui media yang diistilahkan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran sebagai upaya musuh untuk menghancurkan titik kekuatan negara."

Raisi: Kebijakan Luar Negeri Iran Didasarkan pada Konvergensi Ekonomi Asia

Presiden Iran menyebut kebijakan luar negeri negaranya didasarkan pada upaya membangun kepercayaan dengan negara-negara tetangga, dan konvergensi ekonomi di Asia.

Sayid Ebrahim Raisi, Kamis (16/2/2023) saat tiba di Tehran setelah menyelesaikan lawatan ke Cina mengatakan, "Kunjungan ke Cina penting karena dapat merealisasikan kesepakatan di bidang ekonomi, dan perdagangan, oleh karena itu 20 nota kesepahaman ditandatangani dua negara."

Image Caption

Menurut Sayid Ebrahim Raisi, dalam lawatan ke Cina, dibahas masalah kerja sama di organisasi-organisasi internasional, regional dan transregional.

"Cina memainkan peran signifikan di Organisasi Kerja Sama Shanghai, SCO dan Iran merupakan salah satu anggotanya. Di sisi lain masalah keanggotaan Iran di BRICS juga dibahas, dan mendapat sambutan baik dari Beijing," imbuhnya.

Pada saat yang sama, Presiden Republik Islam Iran menilai negaranya memainkan peran efektif di bidang keamanan di kawasan dan dunia.

Ia menegaskan, "Cina saat ini dikenal sebagai kekuatan ekonomi baru dunia, dan hubungan yang baik dengan negara ini dapat sangat eektif bagi kami."

Raisi: Iran dan Cina Sahabat di Masa-Masa Sulit

Presiden Iran menilai Kemitraan Strategis Komprehensif Iran dan Cina sebagai sebuah simbol dari tekad dua negara untuk memperluas hubungan.

Sayid Ebrahim Raisi, Selasa (14/2/2023) dalam kunjungannya ke Beijing, melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Cina, Li Keqiang.

Dalam pertemuan itu, Raisi menyinggung rekam jejak kerja sama bersejarah, dan berharga dua peradaban besar dunia, Iran dan Cina, serta menekankan kesepakatan-kesepakatan penting dua negara di bidang ekonomi dan perdagangan, juga perluasan hubungan secara optimal.

Pada saat yang sama, Presiden Iran menekankan urgensi strategi multilateralisme sebagai poros bersama dalam sikap dua negara di arena internasional.

Selain itu, Raisi menegaskan urgensitas penguatan kerja sama Republik Islam Iran, dan Cina di organisasi-organisasi internasional, dan regional.

Presiden Iran menyebut Cina dan Iran sebagai sahabat di masa sulit, dan ia berterimakasih atas dukungan-dukungan konstruktif Kongres Rakyat Nasional Cina atas upaya memperluas kerja sama dua negara.

Di sisi lain, PM Cina menyoroti rekam jejak bersejarah hubungan bilateral, dan kesamaan pandangan dua negara dalam strategi multilateralisme di dunia.

"Perundingan konstruktif dua negara dalam rangka memperluas hubungan di berbagai masalah masih terus berlangsung," kata Li Keqiang.

Presiden Iran: 20 MoU akan Ditandatangani dengan Cina

Presiden Republik Islam Iran mengumumkan penandatanganan 20 nota kesepahaman di berbagai bidang antara Iran dan Cina.

Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi hari Senin (13/2/2023) sebelum berangkat dari Bandara Internasional Mehrabad Tehran ke Beijing, mengatakan, "Perjalanan ini akan dilakukan atas undangan Presiden Xi Jinping, negara sahabat Cina, dan selama perjalanan ini akan bahas implementasi dokumen strategis 25 tahun antara Iran dan Cina,".

Presiden Raisi melakukan perjalanan ke Beijing bersama delegasi pejabat tinggi politik dan ekonomi, dan atas undangan resmi dari mitranya dari Cina, Xi Jinping.

Ini adalah perjalanan ke luar negeri presiden Iran yang kesepuluh dalam satu setengah tahun terakhir.

"Cina dan Iran memiliki banyak kapasitas, dan sebagai dua negara indepeden memiliki kepentingan yang sama di kawasan dan dunia," ujar Raisi.

"Kita harus menyelesaikan masalah yang tertinggal dalam kaitannya dengan Cina," tegasnya.

"Untuk mengimbangi ketertinggalan ini, kemampuan kedua negara harus diketahui secara tepat, terutama dalam hal transaksi perdagangan dan ekonomi, dan itikad kuat kedua negara untuk mengembangkan dan meningkatkan taraf hubungan bilateral," papar Presiden Iran.

Iran, tutur Raisi, memiliki hubungan dengan Cina di berbagai bidang ekonomi, energi, dan moneter, dan berdasarkan ini, 20 nota kesepahaman akan ditandatangani oleh pejabat dan pejabat tinggi kedua negara di Beijing.

Sayyari: Rudal Bavar 373 Iran Setara dengan S-400 Rusia

Deputi Koordinator Militer Iran mengatakan, Iran memiliki banyak sistem pertahanan rudal yang sepenuhnya buatan dalam negeri, salah satunya Bavar-373 yang setara dengan S-400 Rusia.

Laksamana Habibollah Sayyari, Senin (13/2/2023) menuturkan, di masa perang melawan Irak, Iran hanya memiliki sistem pertahanan udara darat ke udara Hag, dan meriam 23 milimeter.

"Akan tetapi hari ini di setiap manuver yang digelar, kita tidak tahu sistem pertahanan mana yang digunakan, karena saking banyaknya yang kita miliki dan semuanya buatan dalam negeri, misalnya sistem pertahanan Bavar-373 yang setara dengan S-400 Rusia," paparnya.

Bavar 373

Sayyari menambahkan, "Produksi kapal perang merupakan salah satu prestasi Militer Iran, dengan bersandar pada kemampuan dalam negeri, dan tidak semua negara bisa melakukannya."

Menurut Deputi Koordinator Militer Iran, produksi drone juga dilakukan oleh Militer Iran dengan menggunakan teknologi tercanggih, dan di bidang perang elektronik, Militer Iran meraih banyak kemajuan.

 "Siapa pun yang mampu memutus salah satu mata rantai ketergantungan pada asing, maka ia bisa berdiri di atas kaki sendiri, dan menambah kebanggaan bagi bangsanya," pungkas Sayyari.

Militer Iran Bangun Rumah Sakit Darurat di Lokasi Gempa Turki

Angkatan Darat Militer Iran membangun sebuah rumah sakit darurat berkapasitas 50 tempat tidur di kota Adiyaman, Turki yang dilanda gempa baru-baru ini.

Memenuhi permintaan Menteri Pertahanan Turki kepada Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Iran, Senin (13/2/2023) rumah sakit darurat milik AD Militer Iran, di kota terdampak bencana gempa, Adiyaman, Turki, mulai diroperasikan.

Menurut keterangan Kepala Departemen Kesehatan dan Pengobatan Angkatan Darat Militer Iran, rumah sakit yang sama dengan fasilitas lengkap juga sudah didirikan di beberapa lokasi gempa di Provinsi Khoy, Iran.

Pemerintah Turki mengumumkan, jumlah korban jiwa akibat gempa yang melanda negara itu sampai sekarang tercatat 31.643 orang, dan kemungkinan masih akan bertambah.