Bertemu Dewan Pakar Kepemimpinan, Rahbar Jelaskan Hal Ini
https://parstoday.ir/id/news/iran-i140430-bertemu_dewan_pakar_kepemimpinan_rahbar_jelaskan_hal_ini
Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei bertemu dengan anggota Dewan Pakar Kepemimpinan (Majles-e Khobregan-e Rahbari) Republik Islam Iran pada hari Kamis (23/2/2023).
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Feb 23, 2023 15:20 Asia/Jakarta
  • Rahbar dan Dewan Pakar Kepemimpinan Iran, Kamis (23/2/2023).
    Rahbar dan Dewan Pakar Kepemimpinan Iran, Kamis (23/2/2023).

Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei bertemu dengan anggota Dewan Pakar Kepemimpinan (Majles-e Khobregan-e Rahbari) Republik Islam Iran pada hari Kamis (23/2/2023).

Dalam pertemuan yang berlangsung di Huseiniyah Imam Khomeini ra di Tehran itu, Ayatullah Khamenei menyampaikan beberapa hal dan pesan penting.

Menurutnya, urgensitas, dan sensitivitas Dewan Pakar Kepemimpinan Iran, lebih tinggi dari semua institusi, dan lembaga lain di negara ini.

"Dewan Pakar Kepemimpian selain bertugas menetapkan Rahbar, juga menjamin keberadaan dan keberlanjutan kondisi kepemimpinan dengan pengawasannya, dan kedudukan tinggi semacam ini menjadi beban berat bagi seluruh anggota lembaga ini," kata Ayatullah Khamenei.

Rahbar menambahkan, basis kerakyatan Iran yang kuat adalah argumen terakhir bagi semua pejabat pemerintah dan ulama.

Ayatullah Khamenei menilai Dewan Pakar Kepemimpian, yang merupakan lembaga luhur dan penting ini, sebagai simbol dari sinergitas antara konsep Repulik dan Islam.

Rahbar menyinggung kehadiran dan partisipasi luar bisa, vital dan kontinu rakyat Iran, di berbagai arena.

"Basis kerakyatan kuat yang dimiliki negara ini adalah aset nasional yang dengannya Allah Swt telah menyampaikan argumen terakhir terhadap seluruh pejabat dan ulama, sehingga semua harus bekerja keras untuk menjaga dan meningkatkan modal besar ini," jelasnya.

Rahbar menyebut permusuhan terhadap Dewan Pakar Kemimpinan Iran termasuk dari jenis permusuhan terhadap prinsip dasar Republik Islam Iran.

"Sebagian dari permusuhan dengan Republik Islam terkait dengan masalah politik, dan sikap Iran terhadap masalah-masalah seperti Palestina, akan tetapi sebagian permusuhan lain terkait dengan substansi negara Republik Islam," ujarnya.

Ayatullah Khamenei menambahkan, negara ini melawan mereka yang meyakini resep Barat, yang menolak segala bantuk campur tangan agama dalam masalah-masalah sosial, dan para pemimpin aliran demokrasi liberal yang dengan kedok bendera palsu kebebasan dan demokrasi, memainkan peran dominasi, dan perampokan sumber daya dunia, dan dengan menempatkan demokrasi serta kebebasan di samping agama, telah merusak skenario mereka."

"Masalah-masalah seperti sanksi memaksa kita untuk belajar, berpikir dan meneliti untuk mengatasinya, begitu juga sanksi telah memaksa kita untuk meraih kemajuan-kemajuan baru di berbagai bidang seperti pertahanan, kesehatan, dan medis, dan jika tidak ada sanksi, dapat dipastikan kemajuan-kemajuan teknologi dan industri ini juga tidak akan ada," pungkasnya.

Pada awal pertemuan, Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi dan Wakil Ketua Dewan Pakar Kepemimpinan menyampaikan laporan dari tiga bagian kerja pertemuan resmi ke-11 Dewan Pakar Kepemimpinan . (RA)