Rahbar: Dinamika Politik Dunia Mengarah Pelemahan Front Musuh Republik Islam
https://parstoday.ir/id/news/iran-i142884-rahbar_dinamika_politik_dunia_mengarah_pelemahan_front_musuh_republik_islam
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran memandang dinamika politik global yang bergerak sangat cepat saat ini mengarah pada pelemahan front musuh Republik Islam.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Apr 05, 2023 07:57 Asia/Jakarta
  • Rahbar: Dinamika Politik Dunia Mengarah Pelemahan Front Musuh Republik Islam

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran memandang dinamika politik global yang bergerak sangat cepat saat ini mengarah pada pelemahan front musuh Republik Islam.

Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei dalam pertemuan dengan para pejabat Iran Selasa (4/4/2023) malam, mengungkapkan tanda-tanda melemahnya front anti-Iran di masa depan seiring terbentuknya tatanan dunia baru.

Rahbar menunjukkan kelemahan AS, dengan mengatakan,"Bipolaritas yang tercipta dalam pemilu dua atau tiga tahun lalu di Amerika Serikat masih kuat hingga kini."

Mengenai peran Amerika dalam perang di Ukraina, Ayatullah Khamenei menjelaskan, "AS memulai perang di Ukraina. Tetapi perang ini telah menyebabkan jarak antara negara ini dan sekutu Eropanya, yang sebenarnya adalah pihak yang menanggung beban perang, tetapi Amerika yang diuntungkan,".

Menyinggung rezim Zionis, yang merupakan musuh lain Republik Islam, Pemimpin Besar Revolusi Islam menunjukkan bahwa rezim Zionis di usianya 75 tahun tidak pernah menghadapi masalah yang begitu mengerikan sebagaimana yang menimpa saat ini.

"Rezim Zionis menghadapi masalah instabilitas politik. Ada empat perdana menteri dalam empat tahun, koalisi partai di dalamnya tidak terbentuk, mereka hancur. Ada polaritas yang kuat di seluruh rezim palsu ini, yang dibuktikan dengan demonstrasi ratusan ribu orang di beberapa kotanya. Mereka ingin menebus kelemahannya dengan menembakkan beberapa rudal," ujar Rahbar.

Ayatullah Khamenei juga mengungkapkan informasi tentang jumlah orang yang akan segera meninggalkan Israel mencapai dua juta orang, dan menilai peringatan berturut-turut dari otoritas Zionis tentang keruntuhan Israel sebagai tanda lain melemahnya rezim Zionis.

Di bagian lain pidatonya, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran membahas persekongkolan musuh di dalam negeri, dengan mengungkapkan, "Persekongkolan telah dan akan terus terjadi di dalam negeri. Kerusuhan tahun lalu, yang dilakukan dengan dalih masalah wanita dengan dukungan agen mata-mata Barat sebagai contohnya,".

Mengacu pada situasi perempuan yang menderita dan tidak aman di negara-negara barat, Rahbar menunjukkan, "Perempuan di beberapa negara ini, menurut pengakuan mereka sendiri merasa tidak aman berada di jalan atau di kamp militer sekalipun. Bahkan misalnya, muslimah berhijab yang datang ke pengadilan untuk mengajukan gugatan justru diserang hingga gugur. Tapi mereka menarik garis dan tanda untuk Republik Islam, padahal menghargai martabat tertinggi wanita,".(PH)