Kemlu Iran Respon Kemarahan AS atas Kunjungan Raisi ke Suriah
May 04, 2023 12:04 Asia/Jakarta
-
Jubir Kemlu Iran Nasser Kanaani
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, menilai runtuhnya kekuatan Amerika Serikat, di Suriah dan kawasan sebagai alasan kemarahan negara itu atas kunjungan Presiden Iran ke Suriah.
Nasser Kanaani, Kamis (4/5/2023) mengatakan, "Amerika Serikat mengaku khawatir dengan lawatan Presiden Iran, Sayid Ebrahim Raisi, ke Suriah, dan menyebutnya sebagai kejahatan."
Ia menambahkan, "Akan tetapi kemarahan 'Rezim Penjahat' yang kekuatannya runtuh di Suriah, dan seluruh kawasan oleh Iran, dan poros perlawanan, serta harus mengakhiri agresinya di Suriah, adalah hal yang lumrah."
Jubir Kemlu Iran kepada Amerika Serikat, menegaskan, "Marahlah, dan matilah dengan kemarahan itu !."
Kunjungan terbaru Presiden Iran, ke Suriah, Rabu kemarin memicu kekhawatiran mendalam AS, terutama terkait eratnya hubungan Iran dan Suriah, dan Washington meminta negara-negara dunia untuk tidak menormalisasi hubungan dengan Damaskus.
Deputi Jubir Departemen Luar Negeri AS, Vedant Patel mengatakan, "Harus saya katakan bahwa Rezim Iran dan Rezim Assad, melanjutkan upaya untuk memperkuat hubungan, ini bukan hanya mengkhawatirkan sekutu-sekutu kami, dan negara-negara kawasan, bahkan dunia secara lebih luas."
"Kami juga percaya hubungan dengan Rezim Assad, tidak boleh dilanjutkan. Kami tidak mendukung normalisasi hubungan negara-negara dunia dengan Damaskus, dan masalah ini berulangkali kami jelaskan kepada sekutu-sekutu AS," pungkasnya. (HS)
Tags