Ayatullah Kashani Kecam Dukungan AS dan Sekutunya kepada Terorisme
Khatib Shalat Jumat Tehran menilai Amerika Serikat, rezim Zionis Israel dan rezim Al Saud sebagai pendukung terbesar terorisme di dunia.
Ayatullah Muhammad Emami Kashani mengungkapkan hal itu dalam khutbah Jumat kedua di Tehran, ibukota Republik Islam Iran, Jumat (15/7/2016) ketika menyinggung kondisi Bahrain, Suriah, Yaman, Irak dan sejumlah negara di kawasan serta kelanjutan pembantaian warga tak berdosa di negara-negara itu.
"Pembentukan kelompok-kelompok teroris untuk membantai warga dan menghancurkan infrastruktur negara-negara seperti Irak, Suriah dan Yaman merupakan kejahatan nyata terhadap kemanusiaan," ujarnya.
Ia menambahkan, AS mengklaim diri sebagai pendukung Hak Asasi Manusia di dunia, namun pada saat yang sama negara itu melanjutkan dukungannya kepada musuh-musuh bangsa tertindas Irak, Suriah dan Yaman, dan Washington bungkam atas berbagai kejahatan kelompok teroris Takfiri di negara-negara tersebut.
Khatib Shalat Jumat Tehran lebih lanjut menyinggung kelanjutan tindakan agresif rezim Zionis Israel di Palestina dan kelanjutan pendudukan Palestina.
Ayatullah Emami Kashani menuturkan, ketika rezim Zionis melanjutkan kejahatannya di Palestina, AS dan sejumlah sekutunya di Eropa justru menuding rakyat Palestina sebagai teroris disebabkan perlawanan dan pembelaan atas tanah air mereka sendiri.
Khatib Shalat Jumat Tehran lebih lanjut menyatakan kekhawatiran atas situasi dan krisis di Yaman akibat agresi brutal militer rezim Al Saud ke negara tersebut.
"Yaman adalah urusan orang-orang Yaman dan tidak ada seorang pun yang memiliki hak untuk campur tangan atas nasib bangsa negara ini," tegasnya.
Terkait dengan klaim sejumlah pejabat Barat yang menuding Iran sebagai pendukung terorisme, Ayatullah Emami Kashani mengatakan, semua rakyat dunia menjadi saksi bahwa kelompok-kelompok teroris Daesh (ISIS) dijalankan dengan dukungan kekuatan AS, uang rezim Al Saud dan kebijakan Zionis.
Khatib Shalat Jumat Tehran juga berharap bahwa keamanan dan ketenteraman akan segera pulih di negara-negara kawasan dan Islam terutama di Bahrain, Irak, Suriah dan Yaman. (RA)