Ini Kata Presiden Raisi Setibanya di New York
-
Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi
Presiden Iran seraya menekankan bahwa PBB harus menjadi suara bangsa, bukan suara kekuatan besar, mengatakan, harapan berbagai bangsa dari PBB adalah organisasi ini menjadi sebuah organisasi “bangsa-bangsa” karena jika PBB menjadi sebuah organisasi “negara-negara”, maka suara bangsa-bangsa tidak akan didengar.
Seperti dilaporkan IRNA, Sayid Ebrahim Raisi Senin (18/9/2023) sore setibanya di New York untuk menghadiri sidang Majelis Umum PBB ke-78 menambahkan, PBB dan Majelis Umum sebuah wadah yang dapat menjadi sarana untuk menjelaskan suara bangsa Iran dan kebijakan luar negeri Republik Islam.
Presiden Iran mengatakan, suara bangsa Iran hari ini nyaring karena tahun lalu bangsa Iran meraih kemenangan besar melawan perang kognitif musuh dan perang hibrida.
"Musuh mengira dengan guncangan akan mampu membuat Revolusi Islam menghadapi masalah, tanpa menyadari bahwa perhitungan ini juga salah seperti masa lalu, dan bangsa Iran memenangkan perjuangan ini," tegas Raisi.
Presiden Republik Islam Iran tiba di Bandara John F. Kennedy di New York untuk menghadiri Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-78 bersama delegasi politik tingkat tinggi.
Di antara agenda Presiden Raisi di New York adalah menyampaikan pidato di Majelism Umum PBB, bertemu dengan sejumlah pemimpin negara dan menyampaikan pidato dihadapan warga Iran di Amerika.
Presiden Republik Islam Iran juga akan menjelaskan posisi Republik Islam Iran dan menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka dalam pertemuan dengan kelompok dan individu yang memiliki otoritas politik, sosial, agama dan media di Amerika.
Pertemuan tahunan Majelis Umum, sebagai acara internasional terpenting, merupakan kesempatan baik untuk konsultasi politik internasional, yang juga menyediakan dialog bilateral karena kehadiran sebagian besar pejabat tinggi negara-negara di dunia. (MF)