Dubes Iran untuk PBB: Ekstremisme, Ancaman Keamanan Dunia
Duta Besar Republik Islam Iran untuk PBB menilai kekerasan dan ekstremisme sebagai ancaman serius terhadap keamanan, stabilitas dan pengembangan sosial-ekonomi serta budaya dunia.
Gholamali Khoshroo mengungkapkan hal itu di PBB baru-baru ini ketika menjelaskan pandangan Iran terkait "program aksi" yang disampaikan Ban Ki-moon, Sekretaris Jenderal PBB untuk memerangi kekerasan dan ekstremisme.
Khoshroo menyambut "program aksi" tersebut, di mana dua tahun lalu, Iran telah menawarkan rencana untuk memberantas kekerasan dan ekstremisme, dan menggelar dialog budaya serta peradaban kepada PBB.
"Semua agama berkomitmen untuk perdamaian. Kekerasan dan ekstremisme tidak bisa dikaitkan dengan agama, bangsa, peradaban atau kelompok etnis tertentu, " tegasnya.
Dubes Iran untuk PBB lebih lanjut menyinggung peran merusak media-media raksasa dan jaringan besar berita dalam memprovokasi sektarianisme, intoleransi, dan rasisme.
"Karena kebijakan pengelola-pengelola media, banyak para pemuda yang terdorong kepada kekerasan dan ekstremisme, "pungkasnya.
Majelis Umum PBB pada tanggal 18 Desember 2013 secara bulat menyetujui WAVE (Dunia Anti-Kekerasan dan Ekstrimisme) yang diusulkan oleh Hassan Rouhani, Presiden Iran.
WAVE menyerukan semua negara di seluruh dunia untuk mengecam kekerasan dan ekstrimisme. Sekjen PBB telah menawarkan program aksi untuk menangani kekerasan dan ekstremisme dalam pelaksanaan resolusi tersebut. (RA)