Wamenlu Iran: Yaman, Ujian Besar bagi DK-PBB
https://parstoday.ir/id/news/iran-i18322-wamenlu_iran_yaman_ujian_besar_bagi_dk_pbb
Wakil Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran untuk Urusan Arab dan Afrika menilai dukungan rakyat Yaman kepada parlemen terpilih di negara ini sebagai penting dan layak menjadi perhatian masyarakat internasional.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Aug 21, 2016 06:09 Asia/Jakarta
  • Wamenlu Iran: Yaman, Ujian Besar bagi DK-PBB

Wakil Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran untuk Urusan Arab dan Afrika menilai dukungan rakyat Yaman kepada parlemen terpilih di negara ini sebagai penting dan layak menjadi perhatian masyarakat internasional.

Sadiq Hossein Jaberi Ansari mengungkapkan hal itu pada Sabtu (20/8/2016) malam ketika menyinggung dukungan rakyat Yaman kepada parlemen terpilih di negara ini dan keputusan-keputusan terbarunya.

 

"Tak diragukan lagi bahwa pendekatan irasional dan egois Arab Saudi telah menyebabkan kegagalan perundingan damai Kuwait dan upaya wakil PBB kembali ke titik nol," kata Jaberi Ansari.

 

Ia menambahkan, keputusan parlemen Yaman terutama pembentukan Dewan Tinggi Politik adalah sah dan terhormat dan mulai sekarang keputusan ini harus diakui di semua rencana dan inisiatif perdamaian.

 

"Yaman merupakan ujian besar dan penting bagi masyarakat internasional dan Dewan Keamanan PBB untuk menunjukkan sejauh mana kinerjanya dalam merealisasikan standar yang dapat diterima," tuturnya.

 

Mantan juru bicara Kemlu Iran itu lebih lanjut mengatakan, tak diragukan lagi bahwa pasca 1,5 tahun perang yang menghancurkan, maka tidak ada pilihan lain bagi rakyat Yaman kecuali kembali kepada mekanisme hukum internal dan yang terpenting adalah pemulihan aktivitas parlemen.

 

Selain itu, lanjut Jaberi Ansari, tidak ada pihak manapun yang dapat mempertanyakan legitimasi parlemen terpilih Yaman.

 

"Dari satu sisi, kecaman luas lembaga-lembaga internasional terhadap serangan udara Arab Saudi ke rumah sakit dan sekolah Yaman menunjukkan bahwa dunia tidak dapat bungkam selamanya terhadap agresi ini, dan dari sisi lain, pengabaian Arab Saudi terhadap peringatan-peringatan seperti itu menunjukkan inefektifitas Dewan Keamanan PBB untuk menghentikan rezim Al Saud," pungkasnya.

 

Menurutnya, jika sejumlah anggota tetap Dewan Keamanan PBB tidak  mendukung ambisi Arab Saudi, maka agresi militer negara ini ke Yaman tidak berlanjut sampai sekarang. (RA)