Menlu Iran Kembali ke Tehran untuk Membahas Rincian Hasil Perundingan
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran menggambarkan perundingan nuklir tidak langsung dengan Amerika Serikat di Oman sebagai pertemuan yang baik.
Seyed Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, pada hari Jumat setelah berakhirnya perundingan nuklir tidak langsung dengan Amerika Serikat dengan mediasi Oman di Muscat, menjelaskan hasil pembicaraan tersebut dan mengatakan: “Perundingan ini merupakan awal yang baik, namun kelanjutannya bergantung pada pelaksanaan konsultasi di ibu kota masing-masing dan pengambilan keputusan mengenai cara melanjutkan proses ini.”
Araghchi menambahkan: “Mengenai kelanjutan dialog, hampir terdapat kesepahaman, dan disepakati bahwa proses ini akan terus berlanjut; namun mengenai waktu, mekanisme, dan tanggalnya, hal itu akan ditentukan dalam konsultasi selanjutnya dan melalui Badr Al-Busaidi, Menteri Luar Negeri Oman.”
Seyed Abbas Araghchi dalam keterangannya kepada para wartawan di Muscat mengatakan:“Hari ini kami melakukan dialog yang panjang dan intensif. Beberapa pertemuan diselenggarakan; tentu saja secara tidak langsung.
Badr Al-Busaidi, Menteri Luar Negeri Oman, telah memberikan banyak upaya, baik dari sisi keramahtamahan dan tuan rumah, maupun dalam menyampaikan pembicaraan dan pesan-pesan kedua belah pihak kepada satu sama lain.”
Kepala diplomasi Iran itu menegaskan:“Kekhawatiran kami telah disampaikan, kepentingan kami, hak-hak yang dimiliki rakyat Iran, dan seluruh hal yang perlu disampaikan, menurut saya, telah disampaikan dalam suasana yang sangat baik, dan pada saat yang sama pandangan pihak lain juga telah didengar.”
Ketidakpercayaan Iran terhadap Amerika menjadi tantangan besar dalam jalannya perundingan
Seyed Abbas Araghchi melanjutkan:“Sekarang kita berada pada suatu tahap di mana, setelah delapan bulan yang penuh gejolak, yang di dalamnya kita telah melewati sebuah perang, kita pertama-tama harus mengatasi suasana ketidakpercayaan yang ada, kemudian baru dapat merancang kerangka dialog baru yang dapat menjamin kepentingan rakyat Iran.”
Dialog dengan Amerika semata-mata bersifat nuklir
Menteri Luar Negeri Iran juga, dengan menegaskan bahwa topik dialog Iran dan Amerika Serikat semata-mata bersifat nuklir, mengatakan:“Hari ini kami secara tegas menyatakan bahwa prasyarat setiap dialog adalah menahan diri dari ancaman dan tekanan.”
Putaran baru perundingan nuklir tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat, yang dipimpin oleh Seyed Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran, dan Steve Witkoff, utusan khusus Presiden Amerika Serikat, dengan mediasi Badr bin Hamad Al-Busaidi, Menteri Luar Negeri Oman, diselenggarakan pada hari Jumat, 17 Bahman, di Muscat.Berdasarkan laporan ini, “Jared Kushner”, menantu “Donald Trump”, Presiden Amerika Serikat, serta “Brad Cooper”, Komandan CENTCOM, juga hadir dalam perundingan tersebut.
Sementara itu, Esmail Baghaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran, dengan mengacu pada penyelenggaraan putaran perundingan Iran dan Amerika Serikat di Muscat, mengatakan:“Kedua pihak sepakat untuk melanjutkan dialog.”Baghaei dalam sebuah unggahan di jejaring sosial X menulis:“Kedua pihak, sambil menjelaskan pandangan dan tuntutan masing-masing, sepakat bahwa setelah melakukan konsultasi dengan ibu kota, akan diputuskan mengenai putaran berikutnya dari dialog.”(PH)