Istri Syahid Thaghiani: Satu-satunya Penyesalan Kami, Tak Punya Nyawa Kedua untuk Dikorbankan
https://parstoday.ir/id/news/iran-i185816-istri_syahid_thaghiani_satu_satunya_penyesalan_kami_tak_punya_nyawa_kedua_untuk_dikorbankan
ParsToday – Istri syahid Abolfazl Thaghiani, dengan menegaskan komitmen keluarga besar syuhada terhadap cita-cita Revolusi Islam, mengatakan, "Satu-satunya penyesalan kami adalah tidak memiliki nyawa lagi untuk dikorbankan di jalan kebenaran. Kami akan tetap teguh pada janji ini hingga akhir hayat."
(last modified 2026-02-21T01:07:52+00:00 )
Feb 21, 2026 08:05 Asia/Jakarta
  • Peringatan 40 hari kesyahidan petugas keamanan Iran
    Peringatan 40 hari kesyahidan petugas keamanan Iran

ParsToday – Istri syahid Abolfazl Thaghiani, dengan menegaskan komitmen keluarga besar syuhada terhadap cita-cita Revolusi Islam, mengatakan, "Satu-satunya penyesalan kami adalah tidak memiliki nyawa lagi untuk dikorbankan di jalan kebenaran. Kami akan tetap teguh pada janji ini hingga akhir hayat."

Melaporkan dari IRNA, ParsToday pada Sabtu, 21 Februari 2026, Haniyeh Sadat Mirzaei, istri syahid Abolfazl Thaghiani, dalam upacara peringatan 40 hari wafatnya para syuhada pembela keamanan di Taman Makam Syuhada Isfahan, Iran tengah, menambahkan, "Empat puluh hari telah berlalu sejak kepergian malaikat orang-orang tercinta yang, di jalan Sayid Al-Syuhada (Imam Husain as), meninggalkan segala ikatan duniawi dan menyandang medan kehormatan syahid."

Ia menambahkan, "Para syuhada mulia, bagaikan para sahabat akhir zaman Aba Abdillah Al-Husain as, meninggalkan keluarga dan anak-anak mereka demi menjaga keamanan dan ketenteraman rakyat."

Mirzaei dengan menekankan keberlanjutan jalan para syuhada hingga munculnya juru selamat yang dijanjikan (Imam Mahdi af), mengatakan, "Keluarga syuhada hari ini berkumpul untuk membaharui baiat dengan Imam Zaman af, Pemimpin Agung Revolusi, dan bangsa gagah perkasa Iran Islam."

Ia menegaskan bahwa di tengah segala penyesalan dan kerinduan, tidak ada sedikit pun rasa penyesalan. Ia menjelaskan, "Hati rakyat tenanglah, karena kami telah mengorbankan aset paling berharga kami di jalan kebenaran, dan kami akan tetap teguh pada janji ini hingga akhir hayat."

Ajakan untuk Sabar, Ketahanan, dan Kewaspadaan

Istri syahid pembela keamanan, dengan menyatakan bahwa keluarga syuhada mungkin hanya kecewa karena satu hal, dan menambahkan, "Jika ada kekecewaan dalam diri kami, itu hanya karena kami tidak memiliki nyawa lagi untuk dikorbankan di jalan cita-cita kami."

Mirzaei di akhir, dengan mengajak masyarakat untuk bersabar dan teguh, mengatakan, "Tetaplah di sisi sejarah yang benar, lebih kuat dari sebelumnya, dan doakanlah kemunculan juru selamat umat manusia."

Syahid Abolfazl Thaghiani adalah seorang pelajar muda dan anggota Basij asal Isfahan yang menempuh pendidikan di Hawzah Ilmiah Imam Husain as Qom dan baru saja menikah.

Ia gugur pada 9 Januari 2026, saat para perusuh menyerbu sebuah masjid di Zarrinshahr, Isfahan. Upacara peringatan 40 hari para syuhada insiden bulan Dey di Isfahan digelar dengan dihadiri keluarga besar syuhada, para veteran, dan masyarakat dalam suasana spiritual di Taman Makam Syuhada kota ini.(sl)