Pezeshkian: Iran Tak akan Menyerah pada Kekuatan Arogan
-
Presiden Iran Masoud Pezeshkian
Pars Today – Presiden Republik Islam Iran menegaskan, “Berbicara tentang berakhirnya perang tidak berarti sampai ada kepastian tidak akan ada laagi serangan ke tanah air kami.”
Menurut laporan Pars Today, Masoud Pezeshkian, Presiden Iran di akun resminya di media sosia X merujuk pada percakapan telepon terbarunya dengan Emmanuel Macron, Presiden Prancis menulis, “Dalam percakapan dengan Macron saya menegaskan bahwa Iran tidak memulai perang brutal ini. Membela diri terhadap agresi adalah hak sah, di mana kami paling tahu tentang itu.”
Ia menekankan, “Menggunakan pangkalan-pangkalan militer Amerika di kawasan untuk menyerang Iran dengan tujuan merusak hubungan kami dengan negara-negara tetangga harus dihentikan.”
Pezeshkan menjelaskan, “Perdamaian dan stabilitas keamanan di kawasan tidak akan terwujud dengan membiarkan agresi rezim Zionis dan Amerika ke Iran.”
Ia menjelaskan bahwa perang dimulai berdasarkan informasi tidak benar dengan tujuan ekspansi adalah perilaku abad pertengahan di abad 21 dan mengatakan, “Berbicara tentang berakhirnya perang tidak berarti sampai ada kepastian tidak akan ada lagi serangan ke tanah air kami.”
Merujuk pada harapan Iran dari Komunitas Internasional agar mengecam agresi Amerika dan Israel ke Iran dan memastikan para agresor untuk menghormati hukum internasional, Pezeshkian menegaskan, “Republik Islam Iran tidak akan menyerah pada kekuatan arogan.”(sl)